Panggung Deklarasi Kampanye Damai Tapi 'Panas' di Surabaya

CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2020 19:44 WIB
KPU Surabaya menggelar acara deklarasi kampanye damai. Namun, para peserta pilkada yang hadir justru saling menyindir saat memberikan sambutan. Deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Surabaya diwarnai saling sindir para calon wali kota - wakil wali kota (CNN Indonesia/ Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Deklarasi Kampanye Damai Pilkada yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Sabtu (26/9) berjalan panas. Para calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya terlibat saling lempar sindiran di atas panggung.

Hal itu bermula saat calon wakil wali kota Surabaya nomor urut 1, Armuji, menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan bahwa Kota Surabaya adalah kota metropolitan, berprestasi dan membanggakan warganya.

"Kota Surabaya ini adalah kota metropolitan, kota nomor satu di Indonesia, untuk daerah peringkat 2. Prestasi Surabaya, sudah cukup hebat, prestasi Surabaya sudah cukup benar-benar bisa dinikmati oleh warganya," kata Armuji.


Armuji kemudian menyebut bahwa Surabaya sudah maju sejak lama. 'Maju' sendiri merupakan tagline dan akronim yang digunakan oleh paslon nomor urut 2, Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno.

"Kalau maju, sudah lama maju Surabaya ini. Makanya tagline kita Surabaya keren, bahasae arek Suroboyo mbois, dan lebih kita tingkatkan untuk kota mercusuar untuk Surabaya," ucapnya.

Kader PDI Perjuangan itu lalu menceritakan bagaimana ia bersama Eri berpengalaman dalam membangun kota Surabaya, lantaran telah lama terlibat di pemerintahan.

Eri Cahyadi dan  ArmujiCalon wakil wali kota Armuji (kanan) menyindir pasangan Machfud Arifin-Mujiaman saat deklarasi kampanye damai yang digelar KPU (Screenshot via instagram @eriarmujiofficial)

Armuji sudah menjabat di DPRD Surabaya sejak 1999. Sementara Eri merupakan birokrat yang berperan dalam perencanaan pembangunan Kota Surabaya, membantu mewujudkan keinginan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Sekali lagi Eri-Armuji, ini lah yang didukung Ibu Risma, inilah yang direstui oleh Ibu Risma, bukan yang lainnya," tutup Armuji.

Usai Armuji, giliran Machfud Arifin menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan bahwa di Surabaya saat ini masih banyak warga yang tinggal dan hidup di tempat yang tak layak.

"Kenapa saya mau jadi calon wali kota Surabaya, saya hanya ingin berdoa mudah-mudahan di Surabaya tidak ada lagi orang tidur di kuburan dan masa di kuburan. Masih banyak orang yang tidak punya jamban, mudah-mudahan segera punya jamban," kata Machfud.

Machfud ArifinCalon wali kota Surabaya, Machfud Arifin menyindir Pemkot Surabaya saat ini belum maksimal dalam membangun kota (Screenshot via instagram @cak.machfudarifin)

Dengan kondisi seperti itu, Mantan Kapolda Jawa Timur ini kemudian menyindir apakah Surabaya layak dilabeli sebagai kota metropolitan atau tidak.

"Jangan ada lagi Surabaya yang sudah berumur 727 tahun masih banyak yang buang kotoran di Sungai. Nggak percaya? ikut aku. Apakah ini kota metropolitan?," ucapnya.

Tak hanya itu, Machfud juga menyinggung soal tak dilibatkannya Surabaya dalam gelaran olahraga skala Asia seperti Asian Games pada 2018 lalu. Hal itu membuatnya prihatin.

"Apa kita dilibatkan dalam Sea Games dan Asian Games? Pembukaannya di Jakarta, penutupannya di Palembang, bukan di Surabaya. Kota nomor 2? Tidak ada satupun cabang olah raga dipertandingkan di Surabaya, sungguh prihatin dan sedih buat kita," katanya.

Machfud juga menyoroti perihal banyaknya pasar di Kota Surabaya yang tutup. Jumlahnya kian surut dari tahun ke tahun. Ia pun bertekad akan kembali membuka pasar-pasar tersebut.

"Saya hanya berdoa mudah-mudahan orang Surabaya naik kelas, to next level, bukan begini-begini saja," tutup Machfud.

Deklarasi Kampanye Damai hanya dihadiri oleh Armuji, Machfud-Mujiaman, serta Komisioner KPU dan Bawaslu. Sementara calon wali kota Surabaya Eri Cahyadi disebut berhalangan.

(frd/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]