Update Corona 29 September: 282.724 Positif, 10.601 Meninggal

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 15:08 WIB
Kasus positif Covid-19 masih terus bertambah dari hari ke hari, diiringi kasus kematian pasien di sejumlah daerah. Namun, pasien sembuh juga terus bertambah. Kasus positif virus corona di Indonesia telah mencapai 282 ribu lebih per Selasa (29/9). Ilustrasi (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Selasa (29/9) mencapai 282.724 orang. Angka tersebut bertambah sebanyak 4.002 kasus dari hari sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 210.437 orang dinyatakan sembuh dan 10.601 orang meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan per pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data Kemenkes, pasien sembuh bertambah 3.567 orang dan pasien meninggal bertambah 128 orang.


Sementara jumlah suspek Covid-19 per hari ini mencapai 132.496 orang dan spesimen yang diperiksa 37.158 spesimen.

Kemarin, Senin (27/9), kasus positif Covid-19 mencapai 278.722 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 206.870 orang dinyatakan sembuh dan 10.473 orang meninggal dunia.

Infografis Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid dari pemerintahFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid dari pemerintah

Hari ini juga tepat tenggat dua minggu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menangani kasus Covid-19 di 9 provinsi.

Alih-alih turun, kasus positif dan angka kematian cenderung naik meskipun pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah.

Kasus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir juga telah bertambah di atas 4.000 kasus per hari. Kasus Covid-19 menembus angka 4.000 orang pertama kali pada 19 September yakni 4.168 kasus.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif Covid-19 terbanyak secara kumulatif. Sementara Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus kematian pasien Covid-19 tertinggi di seluruh Indonesia.

Untuk menekan laju penyebaran positif Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong penerapan intervensi berbasis lokal. Menurut Jokowi penerapan mini lockdown atau karantina wilayah terbatas akan lebih efektif ketimbang di seluruh wilayah.

"Jangan sampai kita generalisir satu kota, satu kabupaten, apalagi satu provinsi. Ini akan merugikan banyak orang," kata Jokowi.

(tim/fra)

[Gambas:Video CNN]