Jokowi Optimis Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 09:47 WIB
Presiden Jokowi telah memerintahkan jajarannya membuat perencanaan vaksinasi secara terperinci agar saat pelaksanaan nanti tidak menemui hambatan berarti. Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah terus menggaungkan optimisme ihwal vaksin virus corona (Covid-19). Presiden Joko Widodo bahkan meyakini vaksin akan tersedia pada akhir tahun atau awal tahun depan.

Pada saat vaksin tersedia akhir 2020 atau awal 2021 nanti, menurut Jokowi vaksinasi baru bisa dilakukan dalam jumlah terbatas, sekitar 170-180 juta orang yang akan disuntik.

"Insya Allah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan, artinya situasi sudah bisa normal kembali, tapi yang disuntik kurang lebih 170 - 180 juta, butuh berapa bulan juga ini memerlukan kerja keras kita semua," kata Jokowi dikutip dari YoTtube Sekretariat Presiden, Rabu (30/9).


Pada Senin (28/9) lalu Jokowi bahkan telah meminta para pembantunya membuat perencanaan produksi vaksin virus corona. 

Rencana produksi vaksin, kata Jokowi, harus disusun rinci agar saat pelaksanaan vaksinasi tidak menemui kendala berarti. Jokowi ingin dalam dua minggu ke depan perencanaan itu sudah ia kantongi.

"Saya minta untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas soal Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

Merespons ucapan Jokowi, hari ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan pemerintah sedang menggodok persiapan dan simulasi pengadaan vaksin virus corona. Sejumlah kementerian dan lembaga bekerjasama dalam proses persiapan dan simulasi ini.

Pengadaan vaksin ditargetkan untuk 352 juta dosis vaksin yang bakal dibagikan kepada kurang lebih 70 persen penduduk Indonesia.

Pemerintah juga telah menyiapkan dua puskesmas sebagai tempat simulasi, yaitu Puskesmas Abiansemal di Kabupaten Badung, Bali, serta Puskesmas Tanah Sereal di Kota Bogor, Jawa Barat.

"Dengan indeks pemakaian vaksin, maka kita harus bisa menyediakan 352 juta dosis vaksin," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rapat koordinasi persiapan vaksinasi, dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Kamis (1/10).

Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai Rabu (30/9) mencapai 287.008 orang. Angka tersebut bertambah sebanyak 4.284 kasus dari hari sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 214.947 orang dinyatakan sembuh atau bertambah 4.510 orang dan 10.740 orang meninggal dunia.

Jumlah pasien sembuh dalam kurun 24 jam itu tercatat yang tertinggi selama pandemi. Rekor kesembuhan harian sebelumnya terjadi pada 25 September lalu sebanyak 4.343 orang.

Beberapa hari sebelumnya, Jokowi mengakui rata-rata kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia masih di bawah rata-rata kesembuhan dunia. Jokowi meminta agar standar pengobatan Covid-19 dapat diterapkan untuk meningkatkan angka kesembuhan.

"Rata-rata kesembuhan di negara kita 73,76 persen, sedikit lebih rendah dibanding dunia 73,85 persen," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas soal Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (28/9).

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]