Eks Tapol Bedjo Untung Minta Istilah PKI Dihapus dari G30S

CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 07:14 WIB
Penyematan PKI dalam istilah G30 S dinilai tak relevan, sebab telah banyak dokumen sejarah membuktikan PKI bukan dalang peristiwa tersebut. Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 (YPKP 65), Bedjo Untung (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks tahanan politik (tapol) buntut peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S), Bedjo Untung meminta semua pihak agar tak lagi menyematkan atau menggunakan istilah Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang penyebutan G30S.

Menurut Bedjo, menyertakan PKI di belakang G30S tidak tepat, sebab telah banyak dokumen sejarah yang membuktikan PKI tidak benar-benar menjadi dalang dalam peristiwa kelam sejarah Indonesia itu.

"Mohon ini saya dengan sangat, mulai sekarang jangan menggunakan itu lagi, karena dari penelitian banyak pihak, dan saya sendiri mengetahui persis, cukup gerakan G30S," kata Bedjo dalam diskusi Secret at Newsroom CNN Indonesia, Kamis (1/10) malam.


Bedjo yang kala itu berusia 17 tahun, mengaku turut menjadi korban penangkapan dan akhirnya ditahan selama sembilan tahun tanpa proses pengadilan. Ia menyebut banyak warga yang dituduh anggota PKI mendapat perlakuan tidak manusiawi.

Kata Bedjo, tak sedikit rekan-rekannya diculik, dirampok, rumah mereka dibakar, hingga dibunuh dengan cara keji seperti dipenggal dan disilet-silet. Tindakan serupa menurut dia banyak terjadi di banyak daerah.

"Saya pikir saya memang selaku korban langsung, yang bisa jadi mewakili teman-teman saya yang senasib," kata dia.

Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965 itu turut mempertanyakan alasan Pangkostrad Soeharto langsung menuding PKI sebagai pelaku atau dalang di balik peristiwa G30S dalam 2x24 jam.

Ia menganalogikan tudingan itu dengan beberapa peristiwa kejahatan yang terjadi belakangan, saat negara justru sulit untuk langsung menetapkan pelaku. Misalnya, dalang pembunuhan aktivis Munir atau pelaku penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Sekarang kita analogikan menangkap dalang pembunuh Munir saja nggak ketangkap. Menangkap itu yang lemparin racun atau gas kepada si Baswedan aja itu juga nggak ketangkap ini yang begitu kompleks dalam tempo 2x24 jam, artinya Soeharto memutuskan," kata dia.

Oleh sebab itu, Bedjo meminta semua pihak agar tak lagi menuding PKI dalang di balik G30S. Sebab, tudingan tersebut akan mendiskreditkan lantaran telah dibantah oleh dokumen sejarah yang valid.

Bedjo juga menyampaikan, bahwa teman-temannya yang dituduh anggota PKI adalah orang-orang baik. Dia menyebut mereka adalah orang rendah hati, jujur, dan antipoligami.

Menurut dia, kekejaman yang disematkan kepada mereka hanya isu yang sengaja dibuat oleh sekelompok pihak yang berkepentingan. Ia juga menampik tudingan bahwa anggota PKI adalah atheis alias tak meyakini Tuhan.

Bedjo mengaku bapaknya adalah seorang haji. Ia juga menjadi muazin selama menjalani tahanan di kamp interogasi Kalong dan Salemba.

"Jadi ini semuanya digoreng. PKI itu atheis anti Tuhan. Tidak benar," katanya.

(thr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK