SUARA ARUS BAWAH

Warga Medan Berserah pada Tuhan Ikut Pilkada di Tengah Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 17/10/2020 13:22 WIB
Beberapa warga Medan menyatakan akan tetap mencoblos pilihan mereka, meski Pilkada 2020 digelar di tengah pandemi virus corona. Akhyar Nasution (ketiga kiri) bersama Salman Alfarisi (kiri), serta Bobby Nasution (keempat kanan) dan Aulia Rahman (kedua kanan) membacakan ikrar Deklarasi Damai Pilkada, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/9/2020). (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Medan, CNN Indonesia --

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan bakal digelar pada 9 Desember 2020. Beberapa warga Medan menyatakan akan tetap mencoblos pilihan mereka, meski Pilkada 2020 digelar di tengah pandemi virus corona.

Hanya ada dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Medan yakni, nomor urut 01 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, dan nomor urut 02 Bobby Nasution-Aulia Rachman.

Diana Alcaf (42) warga Jalan Eka Surya menyatakan tetap akan mencoblos ke tempat pemungutan suara nantinya. Dia mengaku tidak khawatir mencoblos saat pandemi Covid-19. Dia menganggapnya sebagai kewajiban.


"Masalah corona, semua itu saya serahkan sama Allah. Kalau niat kita lurus, ikhlas insya Allah akan dilindungi Allah," kata ibu rumah tangga tersebut. 

Dia terang-terangan memilih pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi pada saat 9 Desember 2020. Sebab dia menilai pasangan itu lebih paham agama sehingga jauh dari perbuatan korupsi.

"Saya pilih Akhyar. Saya lihat Pak Akhyar itu agamanya bagus. Kalau pasangan lain kan, kita juga enggak tahu latar belakangnya. Kita hanya tahunya dia (Bobby) mantu Jokowi," ujarnya.

Diana Alcaf ibu rumah tanggaDiana Alcaf, ibu rumah tangga di Medan. (CNN Indonesia/Farida)

Apalagi menurut Diana, Akhyar punya banyak pengalaman dalam pemerintahan. Tentunya, Akhyar akan benar-benar bekerja untuk kesejahteraan warga Kota Medan. Selain itu jiwa kepemimpinan Akhyar juga bagus.

"Politik kan kita enggak ngerti kali, karena kita orang awam. Tapi yang kita lihat, Akhyar itu lebih berpengalaman, dia lama di pemerintahan," ujarnya. 

Diana berharap Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan yang terpilih nantinya bisa menyejahterakan warga Medan. Wanita yang akrab disapa Nonik ini hanya ingin harga-harga bahan pokok lebih terjangkau dan rakyat kecil tidak dipersulit.

"Harapan kita sebagai warga negara tidak perlu muluk-muluk. Yang penting rakyat ini disejahterakan apalagi bagi kaum ibu-ibu, istilahnya bahan pokok yang betul-betul lah, enggak perlu subsidi ini itu, kalau enggak jelas. Enggak perlu bantuan PKH, sebab itu yang menerima banyak enggak tepat sasaran," ucapnya.

Edi Susilo pedagang bungaPedagang bunga di Medan, Edi Susilo. (CNN Indonesia/Farida)

Sementara itu, Edi Susilo (47) warga Jalan Titi Kuning, juga menyatakan akan tetap mencoblos meski saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 dan seluruh kecamatan di Kota Medan masuk zona merah. 

"Tetap mencobloslah, itu banyak yang demo enggak kena corona. Yang penting saat mencoblos nanti kita pakai masker," ujarnya.

Dia menyampaikan nantinya bakal memilih pasangan Akhyar-Salman. Edi menilai pasangan itu sudah punya banyak pengalaman di pemerintahan. 

"Saya yakin dia tidak akan korupsi dan nepotisme, karena bukan keluarga Jokowi. Dia akan menjalankan pemerintahan dengan baik," kata pedagang bunga ini. 

Terpisah, Reban (73) warga Jalan Karya Budi menyampaikan akan memilih pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pilkada Medan. Sebab pasangan ini masih muda dan dianggap mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi Kota Medan terutama rakyat kecil.

"Alasan memilih Bobby karena sudah ramai yang memilih dia. Apalagi dia menantu Presiden Jokowi. Dia juga masih muda, dan dekat dengan Jokowi. Mudah-mudahan Bobby bisa langsung menyampaikan kebutuhan warga Medan ke Jokowi," ucapnya.

Reban tukang becakTukang becak di Medan, Reban. (CNN Indonesia/Farida)

Pria yang berprofesi sebagai tukang becak itu mengaku tidak mengenal Akhyar Nasution meski Akhyar sempat menjabat Plt Wali Kota Medan. Dia hanya mengenal Bobby karena sering muncul di televisi.

"Saya enggak kenal Akhyar, saya tahunya Bobby karena spanduknya banyak, sering saya lihat di televisi. Nanti saya tetap mencoblos ke TPS. Banyak doa aja, enggak takut corona," urainya.

Namun begitu, bagi Reban, siapapun pemimpin Kota Medan yang terpilih nantinya bisa membuat Kota Medan menjadi lebih aman, dan kejahatan bisa diberantas. Selain itu barang-barang pokok bisa terjangkau.

"Harapan kita siapapun nanti yang memimpin, Kota Medan bisa lebih aman. Apalagi kita kerja sampai malam, jadi tindak kejahatan itu seperti begal bisa diberantas supaya kita enggak kesulitan cari duit," ujarnya.

Pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi hanya diusung Partai Demokrat dan PKS. Mereka akan melawan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman. Pasangan ini diusung delapan partai politik yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.

(fnr/pmg)

[Gambas:Video CNN]