Pasien Covid-19 di Sulteng Tambah Jadi 668 Orang, 436 Sembuh

CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 02:39 WIB
Pusdatina Covid-19 Sulawesi Tengah Moh Haris Kariming menyatakan terjadi penambahan kasus baru covid-19 sebanyak 27 orang. Pusdatina Covid-19 Sulawesi Tengah Moh Haris Kariming menyatakan terjadi penambahan kasus baru covid-19 sebanyak 27 orang.(iStockphoto/oonal).
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulawesi Tengah Moh Haris Kariming menyatakan terjadi penambahan kasus baru covid-19 sebanyak 27 orang.

"Hari ini 27 orang terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel usap (swab) sehingga secara kumulatif 668 orang telah terinfeksi covid-19 hingga hari ini," katanya di Palu, dikutip dari Antara, Sabtu (17/10).

Dia menambahkan 27 orang tersebut berada di sejumlah daerah dan menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah (pemda) setempat antara lain delapan orang di Palu.


Kemudian 17 orang di Kabupaten Banggai dan dua orang di Morowali. Sementara itu empat orang pasien covid-19 dinyatakan telah sembuh hari ini. Mereka telah diizinkan pulang dan berkumpul namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran covid-19.

"Selain itu satu pasien covid-19 di Palu dinyatakan meninggal dunia sehingga total pasien covid-19 yang meninggal hingga kini berjumlah 26 orang dan 204 orang saat ini tengah menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayan kesehatan milik pemda setempat," ujarnya.

Haris menyebut sementara itu sebanyak 355 sampel usap saat ini masih dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu.



"Kami berharap hasil pemeriksaan 355 sampel usap tersebut negatif covid-19 agar tidak terjadi ledakan kasus corona di Sulteng dan semua pasien yang dirawat segera sembuh," tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif covid-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan covid-19 di Sulteng," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(Antara/age)