Operasional KRL Normal, Penumpang Kembali Melonjak

CNN Indonesia | Senin, 19/10/2020 14:42 WIB
VP Corcomm PT KCI membeberkan sejumlah stasiun yang mengalami kenaikan jumlah penumpang seperti Bojonggede, Bekasi, dan Cilebut. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyesuaikan jam operasional KRL Commuter Line. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line Jabodetabek di sejumlah stasiun meningkat seiring jadwal operasional kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengatakan pada Senin (19/10) pagi, hingga pukul 08.00 WIB, tercatat jumlah pengguna KRL adalah 107.300 orang.

Ia menerangkan jumlah tersebut relatif stabil dibandingkan waktu yang sama pada Senin pekan lalu di mana kala itu pengguna mencapai 107.166 orang.


Anne menyebut sejumlah stasiun mengalami kenaikan jumlah penumpang. Beberapa di antaranya Stasiun Bojonggede 8.339 pengguna, naik 4 persen dibanding waktu yang sama pekan lalu; Stasiun Bekasi 6.429 pengguna, naik 5 persen; dan Stasiun Cilebut 5.728 pengguna, naik 3 persen.

Selain itu beberapa stasiun mencatat jumlah pengguna turun seperti Stasiun Citayam 7.407 pengguna, turun 2 persen.

"Meskipun ada kenaikan, situasi di stasiun pada pagi hari ini relatif kondusif dengan antrean dan penyekatan yang diatur oleh petugas agar physical distancing di antara para pengguna tetap terjaga," ujar Anne dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10).

Anne mengatakan seiring jam operasional dan frekuensi perjalanan yang telah normal kembali, KCI berharap para pengguna dapat mengatur perjalanannya dengan lebih fleksibel dan memiliki kesadaran untuk tidak naik ke dalam kereta yang telah terisi penuh oleh pengguna lain.

Selain itu, kata dia, seluruh protokol kesehatan dan aturan tambahan dalam menggunakan KRL tetap berlaku. Aturan-aturan tambahan ini yaitu bagi orang lanjut usia atau berusia 60 tahun ke atas, tiap harinya hanya dapat menggunakan KRL di luar jam sibuk yaitu pukul 10.00-14.00 WIB.

Kemudian, para pengguna yang membawa barang sesuai ketentuan namun ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman di KRL juga hanya dapat naik di luar jam sibuk. Sedangkan anak balita untuk sementara masih dilarang untuk naik KRL.

"Protokol kesehatan 3M juga senantiasa wajib dijalankan oleh para pengguna maupun petugas kami di stasiun maupun di dalam KRL. Aturan ini penting untuk selalu diikuti demi kesehatan bersama," paparnya.

Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Sabtu, 19 September 2020. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan jam operasional KRL Commuter Line mulai Sabtu (19/9), hal itu dilakukan sehubungan dengan pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta. KRL akan beroperasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 20.00 WIB, dengan kereta pemberangkatan pertama memasuki wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 05:00 WIB dan kereta-kereta terakhir meninggalkan wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 19:00 WIB. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaPenumpang KRL Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Sabtu, 19 September 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)

Halte TransJakarta Bundaran HI Kembali Berfungsi Normal

Halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia kembali dapat melayani penumpang setelah sempat dibakar dan dirusak pada aksi demonstrasi penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10).

"Halte Bundaran HI yang merupakan salah satu halte yang mengalami kerusakan berat sudah bisa difungsikan secara penuh dan melayani pelanggan kembali baik untuk proses penurunan dan penaikan pelanggan," kata Direktur Utama PT TransJakarta, Sardjono Jhony dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10).

Jhony mengatakan pelanggan juga sudah bisa menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia di Halte Bundaran HI, seperti akses gate masuk yang sudah terpasang dengan baik, wastafel portable, hingga melakukan proses pembayaran menggunakan vending machine yang tersedia.

Selain dua halte tersebut, kata Jhony, pihaknya masih terus memperbaiki halte-halte terdampak lainnya secara bertahap. Ia berharap, 46 halte yang terimbas dapat kembali berfungsi normal 100 persen pada akhir tahun 2020.

Halte Transjakarta Sarinah dan Bundaran HI di Jalan M.H. Thamrin dan Halte Tosari di Jalan Jendral Sudirman Jakarta Pusat yang sempat terbakar saat aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja Kamis (8/10) lalu kini sudah mulai beroperasi kembali secara terbatas pada Senin (12/10).Halte Transjakarta di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Selain itu, Transjakarta juga menyediakan fasilitas Wifi gratis yang diperuntukan bagi semua pelanggan. Fasilitas Wifi gratis ini sudah dapat diakses pelanggan di seluruh halte Transjakarta di sepanjang Koridor 1 (Blok M-Kota), selanjutnya pemasangan Wifi di 12 Koridor lainnya ditargetkan bisa rampung pada akhir tahun 2020.

"Harapannya dengan layanan Wifi gratis ini, pelanggan bisa dengan nyaman saat berada di area halte Transjakarta," ungkapnya.

PT Transportasi Jakarta sebelumnya menyebut 46 halte TransJakarta rusak akibat rusuh aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10). Kerugian akibat perusakan puluhan halte itu diperkirakan mencapai Rp65 miliar.

Transjakarta juga memperkirakan puluhan halte yang rusak akibat rusuh aksi penolakan UU Cipta Kerja bisa beroperasi penuh kembali sebelum akhir 2020.

(dmi/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK