Brigjen Prasetijo Limpahkan Tuduhan Surat Palsu ke Anak Buah

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 21:24 WIB
Brigjen Prasetijo Utomo membantah telah menerbitkan surat palsu untuk membantu Djoko Tjandra selama buron. Dia melimpahkan semua tuduhan itu ke anak buahnya. Mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo mengenakan baju tahanan saat pelimpahan tahap II kasus dugaan pencabutan red notice atas nama Djoko Tjandra di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (16/10/2020). (ANTARA FOTO/Rommy S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo membantah telah menerbitkan sejumlah surat-surat palsu untuk membantu terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra selama buron.

Dia melimpahkan semua tuduhan yang tertuang dalam surat dakwaan kasusnya itu kepada anak buahnya.

Melalui tim kuasa hukumnya, Prasetijo menerangkan hal tersebut dalam nota keberatan (eksepsi) yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/10).


Dalam persidangan, tim kuasa hukum mengutip dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyatakan bahwa Prasetijo memerintahkan saksi Dodi Jaya yang merupakan Kaur TU Ro Korwas PPNS Bareskrim Polri untuk membuat surat jalan.

"Dengan adanya kutipan dakwaan tersebut di atas, tentang membuat surat palsu yang dibuat oleh Dodi Jaya, sesungguhnya tidaklah tepat mendakwa terdakwa membuat surat palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP," kata salah seorang tim kuasa hukum Prasetijo dalam persidangan.

Dia pun menuding dakwaan tersebut dibuat tidak sesuai dengan hasil penyidikan sehingga melanggar KUHAP dan Surat Edaran Jaksa Agung yang menyatakan penyusunan dakwaan harus berasal dari penyidikan.

Tim kuasa hukum Prasetijo lantas membeberkan hasil keterangan saksi Dodi Jaya yang termaktub dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pada 4 Agustus 2020. Salah satunya, dia menyebutkan Dodi mengakui telah mengetik surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra tersebut.

"Untuk pembuatan Surat Jalan Nomor 76 yang membuat surat tersebut adalah saya sendiri (Dodi Jaya), yang saya buat/ketik di ruang kerja saya," kata tim kuasa hukum Prasetijo sambil membacakan BAP saksi.

Di luar proses pembuatan surat jalan itu, Prasetijo juga membantah dirinya telah memerintahkan pembuatan surat kesehatan dan surat pemeriksaan Covid-19 dari salah seorang dokter.

Dia kembali melimpahkan kesalahannya itu kepada salah seorang saksi yang juga adalah seorang Pamin Satkes Pusdokkes Mabes Polri, Sri Rejeki Ivana Yuliawati. Prasetijo, melalui kuasa hukumnya juga mengatakan bahwa keterangan Sri itu juga termaktub dalam BAP pada 23 Juli 2020.

"Dalam dakwaan tersebut, telah dengan jelas tim jaksa penuntut umum menyatakan surat surat keterangan kesehatan tersebut dibuat oleh saksi Sri Rejeki Ivana Yuliawati. Setelah berkomunikasi baik melalui telepon ataupun WhatsApp dengan saksi Ety Wahyuni," ujar dia.

Brigjen Prasetijo sebelumnya didakwa Jaksa diduga bersama-sama dengan terdakwa lain, Anita Dewi Kolopaking dan Djoko Tjandra telah memalsukan sejumlah surat.

Surat-surat itu diduga diterbitkan untuk memuluskan langkah pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juni 2020.

Permohonan sempat ditolak pada April 2020, lantaran sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2012, pemohon harus hadir sendiri untuk mendaftarkan sendiri.

Jaksa menjelaskan, isi surat itu tidak benar di antaranya yakni alamat Anita dan Djoko Tjandra bukanlah di Jalan Trunojoyo Nomor 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemudian pekerjaan Anita dan Djoko juga bukanlah konsultan Bareskrim Polri, serta Anita dan Djoko juga tidak pernah melakukan pemeriksaan oleh dokter yang mengeluarkan Surat Keterangan Pemeriksaan Covid-19.

(mjo/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK