Prabowo Bertemu Menhan Austria Jajaki Pembelian Eurofighter

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 12:46 WIB
Menhan Prabowo telah menggelar pertemuan dengan Menhan Austria untuk membahas pembelian pesawat tempur bekas Eurofighter Typhoon. Menhan Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut telah menggelar pertemuan resmi dengan Menteri Pertahanan Austria, Klaudia Tanner usai melakukan kunjungan ke Amerika Serikat selama kurang lebih lima hari.

Keduanya bertemu untuk membahas pembelian pesawat tempur bekas milik angkatan udara Austria, Eurofighter Typhoon yang diincar Prabowo sejak pertengahan tahun ini.

Seperti diberitakan media massa Austria, Kronen Zeitung, Prabowo dan Klaudia bertemu di kantor Kementerian Pertahanan Austria di Kota Wina, Selasa (20/10) waktu setempat.


Prabowo tidak hadir sendiri, dia didampingi Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala dan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra Sugiono.

"Hari ini (Selasa) saya bisa berbicara dengan rekan Indonesia saya untuk pertama kalinya. Kami juga berbicara tentang minat yang sudah diungkapkan untuk membeli Eurofighter kami," kata Klaudia seperti ditulis Kronen Zeitung, Rabu (21/10).

Sebelum menemui Klaudia langsung, Prabowo telah berkirim surat terkait ketertarikannya pada Eurofighter sejak Juni 2020.

Prabowo mengaku Indonesia tengah melakukan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk menjaga wilayah dan rakyat Indonesia.

Surat Prabowo pun dibalas Klaudia. Hingga pada 8 Oktober lalu, Prabowo kembali berkirim surat dengan nomor surat 241/M/2020 berkaitan dengan rencana kedatangannya ke Wina pada 20 Oktober.

Juru Bicara Menhan dan Hubungan Antar Lembaha Dahnil Anzar Simanjuntak belum memberi keterangan terkait pertemuan Prabowo dengan Klaudia tersebut.

Di sisi lain, rencana pembelian alutsista bekas itu menuai banyak kritik di tanah air. Salah satunya diungkap Ketua Harian Perhimpunan Industri Pertahanan Nasional (Pinhantanas) Mayjend (Purn) Jan Pieter Ate yang menyebut pesawat Eurofighter Thypoon telah diproduksi belasan tahun lalu oleh Jerman. Bahkan alutsista ini sudah tak lagi dipakai oleh Austria.

"Indonesia kok beli bekas terus, beli teknologi yang baru, supaya indhan (industri pertahanan) kita itu bisa catch up. Musuhmu itu nanti bukan lawan barang bekas, tapi datang bawa teknologi terbaru," kata Ate.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk reformasi sektor keamanan juga mendesak Prabowo membatalkan rencana pembelian jet tempur bekas Eurofighter Typhoon dari Austria.

Wakil Direktur Imparsial, Ghufron Mabruri menilai rencana pembelian pesawat tempur bekas itu berpotensi menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Sebab, pembelian itu dinilai hanya akan mengulang kesalahan lama Kemenhan terkait akuntabilitas anggaran dengan pengadaan alutsista bekas.

Selain itu penggunaannya juga berisiko terjadi kecelakaan bagi prajurit TNI.

(psp/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK