Muhadjir: Tak Perlu Ada Vaksin Covid-19 di Wilayah Terpencil

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 01:50 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan masyarakat di daerah yang jarang didatangi orang dari luar wilayahnya tak akan diberi vaksin virus corona. Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan masyarakat di daerah yang jarang didatangi orang dari luar wilayahnya tak akan diberi vaksin virus corona. (Rusman-Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19 tak akan dilakukan di wilayah terpencil. Masyarakat yang tinggal di daerah yang jarang didatangi orang dari luar wilayahnya pun tak akan diberi vaksin.

"Untuk wilayah yang sulit untuk dijangkau, dipastikan, mungkin tidak perlu ada vaksinasi ke sana. Tidak perlu repot-repot membawa vaksin untuk diberikan atau diinjeksikan kepada penduduk yang ada di sana," kata Muhadjir saat menggelar konferensi pers secara daring, Rabu (21/10).

Muhadjir mengatakan Covid-19 termasuk jenis virus yang penyebarannya terjadi karena interaksi antarmanusia. Jika suatu wilayah sulit dijangkau orang luar, maka Covid-19 tak akan masuk ke wilayah itu.


"Bisa bayangkan kalau di wilayah tertentu untuk datang ke sana saja sulit apalagi covid pasti juga lebih sulit, karena covid kan dibawa orang, kalau orang enggak pernah ke sana ya enggak mungkin covid jalan sendiri ke tempat itu," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir menjelaskan vaksinasi yang rencananya digelar akhir 2020 ini memang bertujuan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok masyarakat.

Herd immunity sendiri berarti kekebalan kawanan yang jika merujuk pada standar WHO maka satu wilayah setidaknya harus memiliki 70 persen orang yang kebal dari total jumlah populasi.

Hanya saja, kata Muhadjir, hitung-hitungan 70 persen ini tak berlaku untuk seluruh wilayah. Tetapi dengan asumsi, dari seluruh penduduk itu memiliki tingkat kerentanan atau tingkat keterancaman yang sama terhadap wabah tersebut.

"Tapi berdasarkan kasus di Indonesia, itu kan tidak semua daerah sama, kan seandainya di provinsi pun sebetulnya hanya terpusat di beberapa kota bahkan di kota itu juga sebenarnya tidak seluruh bagian kota, dan itu nanti akan dipetakan," kata dia.

Muhadjir menambahkan, Presiden Joko Widodo juga telah meminta jajaran menterinya segera membuat pemetaan terkait wilayah yang memang harus diberi vaksinasi.

"Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden kemarin, Bapak Presiden sudah sampaikan supaya dipetakan dengan detail tentang kondisi lapangan termasuk yang dipertimbangkan adalah viral loud di masing-masing daerah," katanya.

(tst/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK