Motif Pembunuhan Wanita Sukoharjo: Emosi Ditagih Utang

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 11:29 WIB
Pembunuhan terhadap wanita Sukoharjo, Yulia, dipicu oleh pelaku yang emosi saat ditagih utang Rp145 juta. Korban adalah kerabat jauh Presiden Jokowi. Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/Marccophoto)
Semarang, CNN Indonesia --

Polres Sukoharjo telah menetapkan dua tersangka pelaku pembunuhan wanita Sukoharjo, Yulia. Pembunuhan ini dilatari persoalan utang-piutang.

Salah satu tersangka, EP, disebut memiliki utang sebesar Rp145 juta rupiah. Pelaku emosi ketiga ditagih oleh korban.

"Motifnya sepele, hanya utang piutang dan tak banyak, hanya Rp145 juta," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Wihastono Yoga Pranoto di Mapolda Jateng, Jumat (23/10).


Wihastono menuturkan dalam kondisi emosi karena ditagih utang, pelaku langsung membawa korban ke sebuah kandang ayam. Selanjutnya pelaku menghantamkan linggis ke kepala korban hingga tewas.

Kemudian, untuk mengelabui polisi, jasad korban dimasukkan ke mobil korban dan dibakar oleh pelaku.

Selain tersangka EP, polisi juga mengamankan seorang tersangka lain yang diduga turut dalam pembunuhan terhadap Yulia.

"Ada satu lagi yang kita amankan, tapi masih kita dalami. Sampai saat ini perannya cuma menjemput EP," tambah Wihastono.

Kasus pembunuhan Yulia diawali dari kecurigaan polisi yang menemukan jasad wanita di dalam sebuah mobil yang terbakar di kawasan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukojarjo, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil autopsi polisi menemukan luka kekerasan di tubuh korban. Luka-luka itu di antaranya pukulan benda tumpul dan benda tajam di bagian kepala. Dari autopsi itulah muncul dugaan pembunuhan.

Selama proses penyelidikan, identitas korban perlahan terkuak. Korban masih memiliki tali kekerabatan dengan Presiden Joko Widodo.

Informasi mengenai kekerabatan korban itu diungkap kader PDIP yang juga Calon Wakil Walikota Solo, Teguh Prakoso saat melayat di rumah Yulia di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

"Memang ada hubungan famili [dengan Jokowi], tapi tidak secara langsung. Jauh sekali," tutur Teguh saat melayat, pada Rabu (21/10) lalu.

(dmr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK