Hari Pertama Operasi Zebra 2020, Polisi Tilang Ribuan Pemotor

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 09:46 WIB
Hari pertama Operasi Zebra 2020, polisi menilang lebih 3.500 pengendara motor dan mobil. Pelanggaran terbanyak yakni, melawan arus dan melanggar bahu jalan tol. Ilustrasi. Operasi Zebra. (Foto: ANTARA FOTO/Eric Ireng/ss/ama/14)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra 2020, polisi menilang lebih dari 3.500 pengendara motor dan mobil yang melanggar lalu lintas. Kebanyakan melawan arus.

Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menilang 3.577 pelanggar sepanjang hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra 2020, Senin (26/10) kemarin. Pelanggaran terbanyak pada pengendara motor adalah melawan arus, sementara pada pengendara mobil berupa melanggar bahu jalan tol.


Diketahui, operasi itu bakal digelar selama dua pekan, terhitung sejak 26 Oktober hingga 8 November mendatang.

"Penindakan tilang sebanyak 3.577 perkara, teguran sebanyak 4.982 perkara," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Selasa (27/10). 

Untuk pengendara sepeda motor, pelanggaran terbanyak yakni melawan arus, sebanyak 694 perkara.

Kemudian, penggunaan helm sebanyak 421 perkara, melanggar stop line sebanyak 354 perkara, tidak dilengkapi STNK sebanyak 45 perkara, serta berkendara di bawah umur ada 17 perkara.

"Pelanggaran bonceng lebih dari 1 orang ada sembilan perkara," ucap Sambodo.

Sedangkan untuk pengendara mobil, pelanggaran terbanyak adalah melanggar bahu jalan tol. Tercatat, ada 583 perkara.

Lalu, pelanggaran stop line ada 182 perkara, tidak menggunakan safety belt sebanyak 104 perkara, menggunakan handphone saat berkendara ada 33 perkara, dan tidak dilengkapi STNK sebanyak empat perkara.

Pada Operasi Zebra 2020 ini, terdapat lima jenis pelanggaran yang menjadi target sasaran. Pelanggaran ini antara lain pengendara yang melawan arus, pengendara tidak memakai helm, pelanggaran terhadap stop line, pelanggaran sirene dan rotator, pengendara melintas di bahu jalan, khususnya jalan tol.

Sambodo sebelumnya juga mengatakan, dalam operasi kali ini pihaknya tak melakukan razia secara stasioner. Kebijakan ini dilakukan demi menghindari kerumunan di tengah masyarakat. Mengingat masih dalam masa-masa pandemi Covid-19.

"Kami sifatnya hunting, contoh hari ini satu jam di pasar rumput, pindah lagi satu jam ke DI Panjaitan, ada tim yang motoris pakai kendaraan patroli," tutur Sambodo, Senin (26/10).

(dis/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK