Polisi Dirikan 15 Pos Pengamanan Siaga Libur Panjang Oktober

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 10:20 WIB
Pos-pos pengamanan tersebut akan didirikan di jalan tol, jalan alteri, hingga tempat wisata pada libur panjang akhir Oktober nanti. Polisi akan mendirikan 15 pos pengamanan dalam rangka libur panjang 28 Oktober hingga 1 November mendatang. Ilustrasi (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mendirikan 15 pos pengamanan dalam rangka libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020, di jalan tol, jalan arteri, hingga lokasi wisata.

Puncak arus liburan diprediksi terjadi pada Selasa (27/10) malam hingga Rabu (28/10) pagi. Sedangkan untuk arus balik liburan diprediksi pada Minggu (31/10) hingga Senin (1/11) pagi.

"Kami menyiapkan ada 15 pos pengamanan, baik di jalan tol maupun jalan arteri termasuk juga di tempat-tempat wisata," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Jumat (23/10).


Pihaknya juga menyiapkan skenario contra flow dan one way untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas saat libur panjang nanti.

Ia mengaku sudah sudah berkoordinasi dengan Korps Lalu Lintas Polri terkait dua skenario tersebut. Mengingat penerapan kebijakan tersebut bersinggungan dengan wilayah Polda Jawa Barat.

"Untuk pengamanan di jalan tolnya, termasuk juga skenario-skenario misalnya apabila penutupan elevated dan sebagainya. Tapi ini sifatnya situasional, nanti kita lihat perkembangan situasi di lapangan," ujarnya.

Menurut Sambodo, terdapat sejumlah titik rawan macet yang perlu diantisipasi, antara lain di Cawang, KM 10 arah Tol Layang Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, hingga Cikarang Utama.

"Untuk arus baliknya yang kita perkirakan cukup padat, pertemuan dari arah Bandung dan dari arah di KM 62, kemudian juga di rest area dan juga sebagainya, tentu akan kita perkuat di sana," ujarnya.

Sambodo mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan lantaran libur panjang kali ini masih di tengah pandemi Covid-19. Ia pun menyarankan masyarakat tak berpergian saat libur panjang nanti untuk mencegah penularan virus corona.

"Tapi sebaiknya tidak usah liburan lah daripada terkena, mengurangi risiko penyebaran Covid-19," ujarnya.

Pemerintah memutuskan tak membatalkan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 dan 30 Oktober. Maulid Nabi jatuh pada 29 Oktober. Sementara 31 Oktober dan 1 November merupakan hari Sabtu dan Minggu.

Dengan demikian ada libur panjang selama 5 hari, mulai 28 Oktober sampai 1 November.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan wilayah Bandung, Puncak Bogor serta tempat wisata di Banten akan ramai pengunjung dari DKI Jakarta selama libur panjang akhir Oktober. Doni pun meminta pemerintah daerah agar mengantisipasi lonjakan pengunjung di tengah pandemi virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun mengaku khawatir dengan potensi munculnya klaster penularan virus corona saat libur panjang pada akhir Oktober. Ia meminta pada rekan sesama menteri gencar mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan.

(dis/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK