Eks Pangkostrad Tak Terlibat Pemukulan TNI Saat Tour Harley

CNN Indonesia | Senin, 02/11/2020 16:37 WIB
Kepolisian memastikan mantan Pangkostrad Letjen (purn) Djamari Chaniago sudah terpisah dari rombongan Moge Harley yang menganiaya anggota TNI di Bukittinggi. Ilustrasi touring motor gede. (skeeze/pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian memastikan mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago tidak terlibat dalam insiden pengeroyokan anggota TNI oleh kelompok konvoi tur motor gede di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat pada Jumat (30/10).

Namun demikian, diketahui bahwa Djamari memang memimpin kegiatan turing yang dilakukan oleh Harley Owners Groups Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) dengan tujuan akhir Subang, Aceh.

"(Djamari Chaniago) tidak tergabung dengan kejadian tersebut. Dia tidak berada dalam rombongan yang tertinggal," kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (2/11).


Dia menjelaskan bahwa rombongan yang telah tiba di wilayah Bukittinggi itu sempat terpisah menjadi dua kelompok. Sebagian besar dari mereka telah menepi di salah satu hotel untuk beristirahat.

Selebihnya, beberapa orang masih tertinggal dengan rombongan dan kemudian memicu insiden pengeroyokan dua personel TNI itu.

"Yang ikut total 24 orang. 14 Sudah sampai di Novotel dan 10 tertinggal," pungkas dia.

Dalam perkara ini pihak kepolisian memastikan bakal mengusut tuntas kasus hingga rampung. Terlepas dalam kelompok itu terdapat segelintir nama-nama besar.

Selain Dipimpin oleh Djamari Chaniago, Penasihat Kapolri Jenderal Idham Azis, Muradi juga terdaftar dalam kegiatan touring tersebut. Hanya saja, Muradi belum sempat bergabung dengan rombongan dalam kegiatan tersebut.

Sejauh ini, polisi sudah menjerat lima orang tersangka. Mereka diduga kuat terlibat langsung dalam pengeroyokan dua prajurit TNI di wilayah Bukittinggi, Sumbar pada Jumat (30/10).

Para tersangka dijerat pasal 170 KUHPidana Jo pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan. Mereka terancam hukuman maksimum pidana selama lima tahun penjara.

(mjo/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK