Menag Sebut Sebagian Pemeluk Agama Bersikap Fanatik

CNN Indonesia | Selasa, 03/11/2020 17:33 WIB
Menag Fachrul Razi menyebut sebagian pemeluk agama sudah tak lagi berpegang teguh pada esensi dan hakikat ajaran agamanya masing-masing. Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan sebagian pemeluk agama bersikap fanatik pada tafsir kebenaran versi masing-masing. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan sebagian pemeluk agama sudah tak lagi berpegang teguh kepada esensi dan hakikat ajaran agama. Menurutnya, mereka saat ini justru bersikap fanatik pada tafsir kebenaran versi masing-masing.

"Sebagian pemeluk agama tidak lagi berpegang teguh kepada esensi dan hakikat ajaran agamanya, melainkan bersikap fanatik pada tafsir kebenaran versi yang disukainya," kata Fachrul dalam Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2020 Forum Kerukunan Umat Beragama yang disiarkan akun Youtube Kemenag RI, Selasa (3/11).

Fachrul menambahkan fanatisme beragama ini terkadang berkaitan dengan kepentingan politik masing-masing. Selain itu, katanya, konflik antara umat beragama juga tak bisa dihindarkan.


Mantan wakil panglima TNI itu menyebut gejala ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di belahan dunia lainnya. Akan tetapi, ia menyebut Indonesia masih bisa menjaga kerukunan berkat upaya semua pihak.

"Di tengah keberagaman yang luar biasa itu, yang juga merupakan bagian nikmat Tuhan kepada bangsa Indonesia, alhamdulillah puji Tuhan, Indonesia masih berdiri kokoh, bersatu terus, bergerak maju," ujarnya.

Pensiunan jenderal TNI bintang empat itu menyebut kerukunan di Indonesia ini juga tak terlepas dari peran FKUB. Menurutunya, para pemuka agama yang bernaung di forum ini bekerja keras menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah kebhinekaan.

"Utamanya mengajak semua umat beragama berpegang teguh pada esensi ajaran semua agama yang selalu mengajak pada kehidupan yang damai, toleran, adil, dan saling hormati perbedaan," katanya.

Pada 2019, Kemenag mencatat indeks kerukunan umat beragama (KUB) Indonesia pada skor 73,83. Angka itu meningkat dari tahun 2018 yang berada di angka 70,90.

Skor itu didapat dari survei terhadap 13.600 orang di 136 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi. Survei dilakukan dua gelombang, yakni 16 Mei-19 Mei dan 18-24 Juni 2019. Dalam survei itu, Kemenag menyoroti tiga aspek, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antara umat beragama.

(dhf/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK