MUI Sebut Kepulangan Rizieq Shihab Bangkitkan Gairah Umat

CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2020 11:28 WIB
MUI menilai kepulangan Rizieq Shihab bisa mendorong umat Islam di Indonesia bersemangat kembali dalam mencegah kemungkaran. Spanduk Rizieq Shihab dipajang di acara Reuni 212, Silang Monas, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menilai kepulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab bisa mendorong umat Islam di Indonesia bersemangat lagi dalam mencegah kemungkaran.

"Kehadiran beliau juga memang bisa mendorong umat Islam Indonesia lebih bergairah dan bersemangat dalam nahi munkar [mencegah kemungkaran]," kata Muhyiddin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/11).

Muhyiddin menilai Rizieq merupakan sosok ulama yang memiliki keunggulan dan kreatif saat berhadapan dengan sesuatu yang dianggap mungkar. Terlebih saat ini, menurutnya, perbuatan yang melanggar perintah Allah SWT terbilang masif di Indonesia.


"Saat ini kemungkaran sudah merajalela dan sangat masif," kata dia.

Muhyiddin berpendapat jumlah umat Islam di Indonesia yang sangat besar membutuhkan banyak penceramah yang kuat dan tangguh. Sebab, persoalan yang dihadapi umat Islam saat ini sangat kompleks.

Oleh karena itu, Muhyiddin menilai Rizieq merupakan aset bagi umat Islam di Indonesia. Ia pun menyadari Rizieq masih memiliki banyak kekurangan. Karena itu, diperlukan sinergi dalam berdakwah oleh ulama atau ustaz lainnya agar bisa mengisi kekurangan tersebut.

"Ia bukan hanya Imam bagi ormas Islam tertentu saja. Tapi aset bangsa dan umat. Kita upayakan agar umat menghindari ego sektoral dalam membangun bangsa dan negara ini," kata dia.

Rizieq menyatakan akan kembali ke Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada Selasa, 10 November 2020. Pengumuman itu diberikan setelah dirinya bertahan selama kurang lebih tiga tahun di Arab Saudi.

Bukan kali ini Rizieq melontarkan rencana kembali ke Indonesia. Sudah tercatat tujuh kali wacana ini mencuat, namun tak pernah jadi kenyataan.

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK