Buruh Berniat Gelar Aksi Hingga Malam, TNI Mulai Berdatangan

CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2020 13:41 WIB
Massa dari kelompok buruh berencana menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja hingga malam di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Massa buruh di hari Pahlawan mulai melakukan longmarch ke Istana berbaris tertib di kawasan patung kuda. (Foto: CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (LEM SPSI) terpaksa melanjutkan aksi tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Selasa (10/11).

Peserta aksi yang datang dari pelbagai daerah itu semula berencana menyuarakan tuntutan di Taman Aspirasi Monas, seberang Istana Negara. Akan tetapi tepat pukul 11.00 WIB ketika para buruh hendak melakukan aksi jalan kaki atau longmarch, aparat kepolisian langsung menutup akses jalan dari arah Medan Merdeka menuju Istana Negara.

Para buruh yang tertahan pun tak kehabisan akal. Mereka tetap melanjutkan aksi tapi di kawasan Patung Kuda. Kelompok buruh berencana menggelar aksi hingga tuntas, tak terbatas waktu.


Ketua Umum LEM SPSI, Arif Minardi menyebut aksi akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka didengar pemerintah. Kata dia, jika nanti ada elemen-elemen buruh lain yang hadir maka massa bakal bergabung dan perlawanan dilakukan secara bersama.

"Kami perjuangan sampai magrib, sampai malam kalau perlu," tutur Arif di lokasi aksi, Jakarta Pusat, Selasa (10/11).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, para buruh kini memutuskan untuk beristirahat hingga pukul 14.00 WIB. Keputusan ngaso ini diambil setelah mereka berniat menggelar aksi hingga malam nanti.

"Kalau pada 28 Oktober kemarin aksi hanya sampai jam 3 sore, sekarang tidak. Kami sampai selesai, sampai malam kalau perlu," tukas Arif.

Sebelum beristirahat, para buruh sempat menyalakan colored smoke bersama-sama. Mereka juga menyanyikan beberapa lagu perjuangan buruh.

Kata Arif, lagu dan colored smoke itu mestinya dimainkan tepat di depan Istana Negara sekaligus sebagai simbol permintaan izin atau sapaan para buruh kepada Presiden Jokowi.

"Harusnya ini dilakukan di depan Istana, kulo nuwun kapada Presiden, tapi jadinya malah di depan patung kuda," kata Arif.

Dari pantauan, pengamanan di kawasan sekitar Medan Merdeka dari aparat kepolisian mulai melonggar. Namun, pada pukul 12.35 WIB beberapa pasukan TNI mulai berdatangan.

Aparat mulai berbaris di kawasan sekitar Patung Kuda untuk menjaga lokasi aksi tersebut.

Tepat pada peringatan hari pahlawan 10 November 2020, sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa menyuarakan pencabutan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law UU Ciptaker. Aksi bukan saja dari kalangan buruh melainkan juga kelompok mahasiswa.

(tst/nma/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK