Bawaslu Akui Sudah Tegur Gibran Secara Lisan soal Kerumunan

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 09:56 WIB
Menanggapi sindiran beda perlakuan antara kerumunan Rizieq Shihab dengan Gibran, Bawaslu mengaku sudah menegur secara lisan putra Presiden Jokowi itu. Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menyebut pihaknya sudah menegur kerumunan di Solo. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku telah menegur pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa terkait kerumunan pada masa pendaftaran Pilwalkot Solo 2020.

Hal itu merespons kritik Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah pihak lain yang membandingkan perbedaan perlakuan terhadap kerumunan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Rizieq Shihab dengan kerumunan di pendaftaran Gibran Rakabuming di Pilwalkot Solo 2020.

"Peringatan lisan diberikan kepada bapaslon Gibran waktu itu," kata Fritz kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/11).


Ia memastikan Bawaslu Kota Solo sudah melakukan pengawasan dan telah memastikan acara pendaftaran di dalam ruangan KPU Kota Solo sesuai protokol kesehatan.

Terkait kerumunan di luar ruangan, Fritz bilang saat itu kewenangan mereka terbatas. Namun, Bawaslo Solo sudah bertindak dengan memberikan teguran lisan saat kerumunan masih berlangsung.

Kewenangan Bawaslu membubarkan kerumunan pilkada baru ada setelah penerbitan PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

"Kita sudah melakukan pengawasan dan di dalam ruangan KPU baik-baik saja. Di luar ruangan kan karena itu sebelun PKPU 13," ucap Fritz.

Dalam kesempatan itu, Fritz juga menjawab klaim Mabes Polri bahwa penindakan kerumunan pilkada sepenuhnya ditangani Bawaslu. Ia membantah klaim tersebut.

Fritz mengingatkan sudah ada kesepakatan bersama di Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI pada 21 September. Penindakan terhadao pelanggaran protokol kesehatan jadi kewenangan Polri, TNI, Kemendagri, Bawaslu, KPU, dan DKPP.

"Iyalah [polisi juga berwenang]. Kan itu Pokja Penanganan Pelanggaran," tutur Fritz.

Sebelumnya, Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar membandingkan perlakuan pemerintah terhadap kerumunan acara Rizieq Shihab dengan kerumunan paslon Gibran-Teguh di pilkada.

Senada, Relawan Peduli Pencegahan Covid-19 Dokter Tirta Mandira Hudhi menilai seharusnya pemerintah bersikap tegas kepada semua pelanggar protokol kesehatan, termasuk dalam pendaftaran di Pilwalkot Solo.

(dhf/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK