Panglima TNI Sebut Medsos Dipakai sebagai Media Propaganda

CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 14:21 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyinggung penggunaan hashtag atau tagar dan trending topic di media sosial yang bisa mengarahkan isu tertentu. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai media sosial kini telah dimanfaatkan sebagai media propaganda.

Karakteristik media sosial yang memiliki kecepatan dan jangkauan lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah dinilai menimbulkan dampak yang lebih masif dari dunia fisik.

"Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat syaraf," ujar Hadi melalui keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (21/11).


Selain sebagai media propaganda, Hadi juga menyoroti penggunaan media sosial yang dapat digunakan untuk perang informasi atau pun perang psikologi.

Ia juga menyinggung penggunaan hashtag atau tagar dan trending topic di media sosial yang bisa mengarahkan suatu isu tertentu.

"Sekarang kita mengenal hashtag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda," katanya.

Apalagi, lanjut dia, beberapa pekan terakhir ini media sosial tengah diramaikan dengan sejumlah isu yang cukup hangat.

Meski tak menjelaskan secara detail, Hadi mengatakan, salah satunya soal ancaman separatisme menggunakan media sosial untuk memisahkan diri dari NKRI.

Ia menuturkan, aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, melainkan juga berkembang melalui kampanye internasional dengan memanfaatkan media sosial.

Jika tak dikontrol dengan baik, Hadi khawatir isu-isu tersebut akan membuat masyarakat semakin terpolarisasi.

"Isu-isu tersebut bila kita lihat membuat masyarakat terkotak-kota, terpolarisasi, dan dibenturkan satu sama lain," ucapnya.

"Terdapat pula narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah dan tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat," imbuh Hadi.

Untuk itu, Hadi mengatakan, perlu kesamaan pandangan dan persepsi guna mengahadapi persoalan di media sosial.

Menurutnya, persoalan itu tak bisa diselesaikan oleh satu instansi semata.

"Butuh penanganan komprehensif, integral, dan terpadu," tuturnya.

(psp/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK