Demo Tolak Rizieq di Bandung Diwarnai Aksi Bakar Spanduk

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 19:23 WIB
Massa yang berunjuk rasa menolak kedatangan Imam FPI Rizieq Shihab mengatasnamakan diri Front Pembela Bangsa. Imam Besar FPI, Riziew Shihab (melambaikan tangan). (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah massa yang mengatasnamakan dirinya Front Pembela Bangsa menolak kedatangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang berencana menggelar safari dakwah ke sejumlah daerah. Di Bandung, Jawa Barat, aksi penolakan kedatangan Rizieq digelar di depan Gedung DPRD Jabar, Senin (23/11).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi demonstrasi tersebut tampak dilakukan oleh puluhan orang. Mereka membakar spanduk yang memuat gambar Rizieq Shihab.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @infobandungkota. Dalam video terdengar orasi massa yang menolak Rizieq Shihab datang ke Bandung.


Tak hanya itu, massa kemudian terlihat membakar spanduk bergambar Rizieq Shihab.

Sementara itu, dalam siaran persnya Front Pembela Bangsa menyesalkan aksi yang dilakukan Rizieq sejak kedatangannya di Tanah Air yang menyulut dan membiarkan pelanggaran protokol kesehatan dan kerumunan massa. Mereka menyoroti kerumunan di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, dan Megamendung.

Selain itu, mereka menilai Rizieq dan para pengikutnya tidak menghargai tenaga kesehatan dan semua pihak yang tengah berperang melawan Covid-19.

Front Pembela Bangsa pun turut menyampaikan tujuh poin sikap, yaitu:

1. Menolak kedatangan Rizieq Shihab beserta para pendukungnya di Kota Bandung khususnya dan umumnya di seluruh Jawa Barat, karena hanya akan menimbulkan kerumunan dan menambah angka penderita Covid-19.

2. Menolak kedatangan Rizieq Shihab di Kota Bandung karena hanya akan menimbulkan permusuhan, kebencian memecah belah antar sesama umat, serta banyak mudharatnya dibanding manfaat dari kedatangannya.

3. Menolak kedatangan Rizieq Shihab, karena kami sudah muak dan sudah jenuh dengan cacian, makian dan sumpah serapah yang dilakukan oleh Rizieq Shihab, di mana sudah sepatutnya saat ini kita saling bergandengan tangan saling bahu membahu dalam membangun bangsa, saling menghargai, saling menghormati, tanpa ada rasa benci, dengki yang dikeluarkan lewat cacian dan makian.

4. Menolak revolusi akhlak yang digaungkan oleh Rizieq Shihab beserta pendukungnya karena terbukti cacian, makian dan sumpah serapah sama sekali tidak sesuai dengan revolusi akhlak yang digaungkan dan apalagi itu keluar dari mulut seorang yang mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW yang seharusnya menuruni sifat-sifat santun, sopan, baik hati dan merangkul semua umat dan manusia.

5. Meminta kepada seluruh ormas Islam dan elemen bangsa untuk bersatu dan tidak mengadakan kegiatan yang sifatnya kerumunan massa di saat pandemi Covid-19.

6. Meminta kepada Kapolda Jabar dan Kapolrestabes Bandung untuk tidak memberikan izin keramaian bagi panitia kedatangan Rizieq Shihab.

7. Mendukung Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi serta Satgas Penanganan Covid-19 Jabar untuk memberikan sanksi tegas bagi siapapun, tanpa kecuali, yang terbukti melanggar protokol pencegahan Covid-19.

(hyg/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK