Ganjar soal Kasus Aktif Jateng Tinggi: Data Terlambat Diinput

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 21:43 WIB
Gubernu Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku tingginya kasus aktif di Jawa Tengah lantaran ada keterlambatan Satgas Covid-19 pusat dalam memasukkan data. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengklaim lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya terjadi karena Pusat terlambat memasukkan data dari daerah. (Foto: CNN Indonesia/ Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdalih ada keterlambatan dalam pelaporan data kasus positif harian Covid-19 di Jawa Tengah yang membuat itu berpengaruh pada lonjakan jumlah kasus aktif virus corona di provinsi Jawa Tengah.

Menurut dia, keterlambatan Satgas Covid-19 pusat dalam memasukkan data menimbulkan selisih angka kasus Corona hingga ribuan kasus.

Misalnya, bila berdasarkan data Satgas Covid-19 per Senin (23/11), tercatat kasus aktif Covid-19 di Jateng sebanyak 10.464 orang. Namun menurutnya, kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah hingga Selasa (24/11) hanya sebanyak 7.463 kasus.


"Makanya saya kaget, katanya kita paling tinggi. Kita belum sampai ke sana. Bayangkan, bedanya banyak sekali sampai 3.000 data. Kalau besok tiba-tiba dimasukkan dalam rilis angka 3.000 itu, pasti gede, pasti meningkat," kata Ganjar usai rapat evaluasi Covid-19 di Kantor Pemprov Jateng, Selasa (24/11).

Setelah pihaknya melakukan pengecekan data 1 November-10 November 2020, ada 809 data yang dimasukkan sebagai data tambahan harian positif oleh Satgas Covid-19.

Ia juga menyebut ada 18 nama yang sudah melakukan tes sejak Juni 2020, namun baru dimasukkan dalam rilis tersebut.

Ganjar mengatakan telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat soal ini. Pihaknya juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengecekan semua data Covid-19.

"Kami minta teman-teman untuk clearing data dengan pusat. Kalau ada data terlambat itu tidak apa-apa, tinggal ditambahkan. Terpenting, bisa ditambahkan atau dimasukkan agar publik atau masyarakat bisa tahu. Jadi itu karena delay, dan itu bukan data harian," imbuh dia.

Mengenai pengetesan atau testing harian di Jateng, Ganjar mengklaim daerahnya telah memenuhi target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini juga yang menurutnya mempengaruhi peningkatan kasus positif di Jateng.

"Sekarang, tes PCR di Jateng sebanyak 1.416 orang per 1 juta penduduk per minggu sudah melebihi target WHO sebanyak seribu orang per satu juta penduduk, meski kasus tinggi karena tes digencarkan, namun untuk tempat tidur, ICU masih aman. Beberapa rumah sakit juga melakukan penambahan," ungkap Ganjar.

INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONAINFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONA. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Perbedaan data antara Pemprov Jateng dan Satgas Covid-19 pusat juga diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di pusat untuk memperbaiki data tersebut.

Ia merinci, kasus aktif Covid-19 di Jateng saat ini sebesar 7.495 kasus, di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri.

"Sebanyak 3.551 pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Tengah dirawat di rumah sakit. Adapun 3.944 pasien menjalani isolasi mandiri," terang Yuli.

"Ketersediaan ICU untuk pasien Covid-19 masih mencukupi, dari 402 ruang ICU untuk pasien covid-19, yang terpakai 253 ruangan (62,9 persen). Adapun total ruang isolasi RS Covid-19 sebanyak 5.124 dan baru terpakai 3.889 (75,9persen)," imbuh dia lagi.

(mln/nma/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK