Soal Ekspor Benih Lobster, Demokrat Klaim Sudah Ingatkan KKP

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 21:20 WIB
Anggota Komisi IV DPR dari fraksi Demokrat mengaku sudah mengingatkan Menteri KKP Edhy Prabowo soal kebijakan ekspor benih lobster. Fraksi Demokrat di DPR mengklaim sudah mengingatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo soal ekspor benih lobster (Dok. KKP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat Bambang Purwanto mengklaim pihaknya sudah mengingatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo soal kebijakan ekspor benih lobster atau benur.

Menurutnya, Indonesia sebagai produsen lobster seharusnya memberdayakan nelayan agar memiliki kehidupan yang lebih sejahtera, bukan malah melakukan ekspor.

"Ekspor benih lobster dari awal sudah kami ingatkan karena kita sebagai produsen lobster tentu harus dijaga, jangan malah ekspor benih, tapi harus punya semangat budi daya sekaligus memberdayakan nelayan kita agar memiliki nilai tambah untuk kesejahteraan nelayan," kata Bambang kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/11).


Dia pun menyatakan unsur kehati-hatian dalam menjaga kelestarian lobster, baik dalam mekanismenya atau tata kelola harus dilakukan secara cermat. Pasalnya, kata Bambang, semua pihak bisa memantau kebijakan yang diambil pemerintah di era keterbukaan seperti saat ini.

"Setiap kebijakan di Komisi IV sudah sering kita ingatkan," katanya.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan pihaknya telah menangkap Edhy di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini hari. Dia menerangkan penangkapan ini dilakukan terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor bibit lobster.

Pada Rabu siang, Plt Jubir KPK Ali Fikri menyatkan termasuk Edhy Prabowo dan istrinya, total ada 17 orang yang diamankan pihaknya terkait kasus ini. Ia mengatakan lokasi penangkapan hingga belasan orang itu dilakukan hingga Rabu dini hari di tempat-tempat yang berbeda.

"Saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang tersebut selama 1x24 jam," kata Ali Fikri dalam keterangannya pada wartawan.

"Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan berdasarkan arahan Ketum Gerindra Prabowo Subianto mereka menunggu info resmi dari KPK sebelum menentukan langkah selanjutnya. Diketahui, Edhy Prabowo merupakan salah satu Wakil Ketua Umum di DPP Gerindra. Selain itu, istrinya, Iis Rosita Dewi, merupakan anggota DPR dari fraksi Gerindra.

(mts/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK