Mengingat Janji Prabowo Jebloskan Kader Korupsi ke Penjara

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 14:48 WIB
Setelah penangkapan KPK atas Menteri KKP Edhy Prabowo terkonfirmasi, publik mengenang lagi janji yang diucapkan Prabowo dengan tegas dalam debat pilpres 2019. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019).(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Usai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), publik teringat janji Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal pemberantasan korupsi.

Janji itu lugas dan tegas disampaikan Prabowo dalam Debat Pertama Antarkandidat Pilpres 2019 lalu. Prabowo yang kala itu menjadi calon presiden bersanding bersama Sandiaga Uno yang menjadi cawapresnya.

Pada Debat Pertama Antarkandidat Pilpres 2019, 17 Januari 2019, Prabowo berjanji menjebloskan kader partainya yang terbukti korupsi. Pernyataan itu bermula dari pertanyaan capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya.


Pada momen tersebut Jokowi mengutip data Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa Gerindra jadi partai yang paling banyak mencalonkan eks koruptor pada Pemilu 2019.

"Menurut ICW, partai yang Bapak pimpin termasuk yang paling banyak mencalonkan mantan koruptor atau mantan napi korupsi. Yang saya tahu, caleg itu yang tanda tangan adalah ketua umumnya, berarti Pak Prabowo yang tanda tangan," kata Jokowi kala itu dikutip kembali dari cuplikan rekaman yang terdokumentasi dalam Youtube CNN Indonesia, Rabu (25/11) siang.

Mendapat 'serangan' tersebut, Prabowo langsung membantah klaim Jokowi. Prabowo menyebut data ICW subjektif. Dia pun menegaskan partainya sudah menyeleksi kader-kader terbaik untuk maju sebagai caleg.

"Baik itu, mungkin ICW, tapi saya sendiri belum dapat itu, laporan itu," ujar Prabowo membuka tanggapannya.

"Dan, benar-benar saya kira itu sangat subyektif. Saya tidak setuju, saya juga seleksi caleg-caleg itu. Kalau ada bukti juga silakan laporkan kepada kami," sambung Prabowo.

Lebih lanjut, Mantan Danjen Kopassus itu menyebut korupsi terkadang dilakukan politikus lintas partai. Sehingga, ia meminta agar para politikus tidak saling menuduh partai lain.

Prabowo lalu dengan nada bicara yang terdengar meninggi menegaskan jaminan bahwa Gerindra akan melawan korupsi, bahkan dia sendiri yang akan berdiri di depan menghadapi kader-kadernya.

"Saya jamin Partai Gerindra akan melawan korupsi ke akar-akarnya. Kalau ada anggota Gerindra yang korupsi, saya yang akan masukin ke penjara sendiri," tandas Prabowo.

Menanggapi jawaban Prabowo tersebut, Jokowi meralat bahwa yang dilaporkan ICW itu adalah mantan napi koruptor, bukan terpidana atau tersangka korupsi.

Prabowo sempat menyela untuk menanggapi kembali, namun dilarang moderator debat kala itu yakni presenter Ira Koesno. Prabowo yang terlihat keki, lalu mencoba mencairkan suasana dengan berjoget-joget. Polah Prabowo itu mengundang tawa penonton yang hadir di tempat debat, sehingga Sandiaga yang berada di sampingnya mencoba pula mencairkan suasana dengan berpura-pura memijit pundak Ketum Gerindra tersebut.

[Gambas:Youtube]


Terkini, KPK menangkap Menteri KKP yang juga kader Partai Gerindra Edhy Prabowo bersama 16 lain dalam giat yang dilakukan hingga Rabu (25/11) dini hari WIB. Edhy bersama istrinya yang juga anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Iis Rosita Dewi, diamankan terkait dugaan tipikor dalam izin ekspor benih lobster.

Partai Gerindra belum menentukan sikap terkait kasus yang menjerat kadernya itu. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut Prabowo masih menunggu proses di KPK.

(dhf/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK