Rutin Bertemu Buruh, Ratu Tatu Peduli Masalah Ketenagakerjaan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 14:57 WIB
Calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membantah sulit ditemui buruh dalam proses komunikasi selama memimpin Kabupaten Serang. Ratu Tatu membantah ia sulit ditemui buruh selama lima tahun memimpin Kabupaten Serang. (Muhammad Ridho/ detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membantah sulit ditemui buruh dalam proses komunikasi selama memimpin Kabupaten Serang.

Tatu justru mengatakan kerap melakukan kegiatan bersama para buruh, terutama saat menggelar kegiatan Hari Buruh.

"Jika ada opini yang dibangun dengan narasi bahwa saya tidak peduli terhadap buruh dan persoalan ketenagakerjaan, tentu tidak benar adanya," kata Ratu Tatu melalui keterangan tertulis, Rabu (25/11).


Tatu mengungkapkan, saat aktif sebagai Bupati Serang, dirinya rutin menggelar Hari Buruh bersama dengan para pekerja. Kegiatan tersebut juga digelar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Jadi kalau ada pernyataan bahwa selama lima tahun, buruh sulit bertemu ibu, faktanya ibu sering menggelar kegiatan bersama," tandas Tatu.

Selain itu, Ratu Tatu kerap mengundang para buruh dan kalangan industri membicarakan tentang dunia ketenagakerjaan.

"Memang tidak semua buruh diundang, hanya perwakilan buruh yang hadir. Tapi ini menunjukkan komunikasi sudah terjalin dengan kalangan buruh dan industri," ujarnya.

Tatu juga mengaku memiliki perhatian khusus terhadap dunia ketenagakerjaan dan persoalan pengangguran.

Sejak tahun 2012, sebelum memimpin Kabupaten Serang bersama Pandji Tirtayasa (Tatu-Pandji), angka pengangguran Kabupaten Serang tertinggi di Banten sebesar 12,96 persen.

Kemudian dengan berbagai program pelatihan dan bursa kerja khusus, angka penganguran Kabupaten Serang terus menurun.

Pada awal menjabat, Tatu-Pandji diwarisi angka pengangguran sebesar 14,8 persen pada 2015. Kemudian turun pada 2017 sebesar 13 persen, dan 2018 sebesar 12,77 persen.

"Penurunan angka pengangguran Kabupaten Serang pada tahun 2018-2019 mencatatkan terbesar se-Banten, bisa menurunkan hingga 2,12 persen. Pada angka 10,65 persen. Ini artinya berbagai program dan sinergi pemerintah serta masyarakat, telah berdampak pada penurunan angka pengangguran," ujar Tatu.

Kemudian pada tahun 2020, semua kabupaten/kota terdampak Covid-19 yang berdampak pada kenaikan angka pengangguran. Untuk pengangguran Kabupaten Serang, kenaikan angka pengangguran terbilang tidak tinggi.

"Angka pengangguran Kabupaten Serang pada tahun 2020, sebesar 12,22 persen. Angka ini tertinggi ke-6 jika dibandingkan dengan daerah lain di Banten. Artinya, Kabupaten Serang terlepas sebagai daerah dengan angka pengangguran tertinggi di Banten," pungkas Tatu.


Catatan Redaksi: Berita ini merupakan hak jawab terhadap artikel "Keluh Buruh 5 Tahun Tak Bisa Temui Bupati Serang Ratu Tatu", setelah berlangsung pertemuan antara CNNIndonesia.com dengan pihak Ratu Tatu yang dimediasi Dewan Pers pada Jumat (20/11).

Redaksi CNNIndonesia.com meminta maaf atas kerugian yang ditimbulkan akibat artikel sebelumnya.

(stu)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK