Keluh Buruh 5 Tahun Tak Bisa Temui Bupati Serang Ratu Tatu

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 06:50 WIB
Serikat buruh merasa Ratu Tatu Chasanah tak pernah menyerap keluhan pekerja selama lima tahun menjabat Bupati Serang. Ilustrasi buruh di Banten (ANTARA FOTO/Lucky R)
Serang, CNN Indonesia --

Berbagai serikat buruh di Kabupaten Serang, Banten mengaku tak pernah bisa menemui Bupati Ratu Tatu Chasanah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Selama lima tahun Ratu Tatu menjabat, serikat buruh sulit menyampaikan keluhan.'

Keluh kesah itu mereka sampaikan ke pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki atau lawan dari Ratu Tatu-Pandji Tirtayasa di Pilkada Serang. Salah satunya oleh Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kimia, Energi dan Pertambangan (KEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Serang, Ian Septrianto Putra.

"Selama ini kita buruh minta audiensi dengan surat enggak pernah ditanggapi, penyampaian pendapat di muka umum oleh bupati pun tidak pernah ditemui," kata Ian, Senin (19/10).


Keluhan lainnya juga disampaikan oleh serikat pekerja dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Serang.

Pengurus FSPMI Kabupaten Serang, Isbandi menilai Pemerintah Kabupaten Serang selanjutnya perlu menyerap aspirasi buruh. Terlebih saat ini sudah ada Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berpotensi menyudutkan kaum pekerja.

"Kita berharap kehadiran pemerintah daerah, menjadi harapan terakhir. Nasrul dan Eki masih muda, pasti beda pola pandang pikirnya," kata Isbandi.

Forum Solidaritas Buruh Cikoja (FSBC) mengaku merasakan hal serupa. Selama lima tahun terakhir tak pernah digubris Bupati Ratu Tatu Chasanah untuk menyampaikan keluhan.

Misalnya ketika ada masalah dengan pihak perusahaan. Idealnya, pemerintah kabupaten turun tangan sebagai pihak ketiga dalam penyelesaian tripartit. Namun, hal itu tak pernah terjadi.

"Kita kan ada tripartit, tugas mereka memantau dan mengawasi, kemudian melaporkan ke bupati, tapi tidak pernah ada tanggapan dari bupati. Kita berharap Nasrul-Eki bisa bersikap atas tripartit ini," kata Ketua FSBC Kabupaten Serang, Arizal Peni.

Usai mendengarkan keluhan para buruh, pasangan Pilkada Serang pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki berjanji akan memperjuangkan hak-hak pekerja jika menang pilkada. Terlebih, sektor industri memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Serang.

"Saya bersama Kang Nasrul, semoga bisa ikut terus berada di barisan para buruh. Terutama memperjuangkan kesejahteraannya," kata Eki Baihaki.

Pilkada Kabupaten Serang kali ini di ikuti dua pasang calon, yakni Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa versus Nasrul Ulum-Eki Baihaki.

Nasrul Ulum-Eki Baihaqi diusung oleh parpol Gerindra dan Demokrat. Nasrul Ulum merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang yang sudah mengundurkan diri. Sedangkan Eki Baihaki putra mantan Bupati Serang dua periode, Ahmad Taufik Nuriman.

Di sisi lain, terpisah Ratu Tatu membantah bahwa ia sulit ditemui oleh buruh selama memimpin Kabupaten Serang. Ia justru mengatakan kerap melakukan kegiatan bersama para buruh, terutama saat menggelar kegiatan Hari Buruh.

"Jika ada opini yang dibangun dengan narasi bahwa saya tidak peduli terhadap buruh dan persoalan ketenagakerjaan, tentu tidak benar adanya," kata Ratu Tatu melalui keterangan tertulis, Rabu (25/11).

Tatu mengungkapkan, saat aktif sebagai Bupati Serang, dirinya rutin menggelar Hari Buruh bersama dengan para pekerja. Kegiatan tersebut juga digelar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Jadi kalau ada pernyataan bahwa selama lima tahun, buruh sulit bertemu ibu, faktanya ibu sering menggelar kegiatan bersama," tandas Tatu.

Catatan Redaksi: Empat paragraf terakhir dalam artikel ini ditambahkan pada Rabu (25/11) setelah pertemuan dengan pihak Ratu Tatu yang dimediasi oleh Dewan Pers. Dewan Pers menilai artikel ini melanggar Kode Etik Jurnalistik. 

Hak jawab dari pihak Ratu Tatu dimuat dalam artikel berikut: "Rutin Bertemu Buruh, Ratu Tatu Peduli Masalah Ketenagakerjaan".

(ynd/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK