Kasus Covid Bertambah, Satgas 'Bunyikan' Alarm

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2020 15:01 WIB
Satgas Covid-19 mengingatkan alarm penyebaran pandemi di Indonesia seiring jumlah tambahan kasus harian yang tinggi, khususnya dalam sepekan terakhir. Satgas Covid-19 mengingatkan alarm penyebaran pandemi di Indonesia seiring jumlah tambahan kasus harian yang tinggi, khususnya dalam sepekan terakhir. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional atau Satgas Covid-19 mengingatkan alarm penyebaran pandemi di Indonesia seiring jumlah tambahan kasus harian yang tinggi, khususnya dalam sepekan terakhir.

Dari perkembangan data terkini, tambahan jumlah kasus baru pada Sabtu (28/11) mencapai 5.418 pasien. Melanjutkan tren tambahan kasus harian di angka 5.000-an per hari dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan tambahan kasus baru tersebut, total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 527.999 kasus sampai dengan Sabtu (28/11). Dari jumlah tersebut, sebanyak 441.983 di antaranya mengalami kesembuhan dan 16.646 lainnya meninggal dunia.


Dengan demikian, jumlah kasus aktif di Indonesia per 28 November 2020 berada di angka 69.370 kasus atau 13,13 persen. Kendati masih lebih rendah dibandingkan dengan persentase jumlah kasus aktif secara global, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Sebagai contoh, pada 26 November 2020, jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di 12,9 persen.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa penambahan kasus positif harian sudah lebih dari 5.000 kasus selama 3 hari berturut-turut. Bahkan dalam seminggu terakhir, penambahan kasus positif harian tidak pernah di bawah 4.000 kasus.

"Ini harus menjadi alarm [peringatan] bagi kita semua. Kasus positif dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam mencegah penularan," tegas Wiku sebagaimana dikutip dari laman resmi #SatgasCovid19 pada Sabtu (28/11).

Penambahan kasus positif yang sangat tinggi ini, menurut Wiku, karena masih adanya penularan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta dengan sangat kepada masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Dia menyebut, penerapan protokol ini harus dilakukan dalam setiap aktivitas dan keseharian di tengah-tengah masyarakat. Protokol 3M juga harus dilakukan sebagai satu kesatuan, bukan dipisah-pisah.

"Jangan sampai lengah sehingga masyarakat dapat tertular Covid-19. Ingat, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan dapat melindungi diri kita, dan orang-orang terdekat dari penularan Covid-19," kata Wiku.

Kepada Satgas Covid-19 di daerah, Wiku mengingatkan untuk jangan ragu menindak masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu.

(ang/rea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK