Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Pengungsi Capai 4.628 Orang

CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 15:53 WIB
Pengungsi akibat erupsi Gunung Api Ili Lewotolok mencapai 4.628 orang yang tersebar di tujuh titik pengungsian. Ilustrasi pengungsi. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata menyebut lebih dari 4.000 warga mengungsi pascaerupsi Gunung Api Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (29/11).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebut, hingga Senin (30/11) siang, jumlah pengungsi mencapai 4.628 jiwa yang tersebar di tujuh titik pengungsian. Namun, Jati memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

"Mereka tersebar di tujuh titik pengungsian. BPBD melaporkan tidak ada korban akibat erupsi yang terjadi," kata Jati dalam keterangannya, Senin (30/11).


Tujuh lokasi pengungsian tersebut masing-masing berada di pos pengungsian Kantor Bupati lama sebanyak 3.672 jiwa, Kantor BKD PSDM 338, Tapolangu 287, Aula Ankara 148, Kelurahan Lewoleba Tengah 140, lapangan Harnus 28, dan Desa Baopana 15.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Lembata masih terus membantu pemerintah daerah setempat dalam menyiapkan pos komando untuk melakukan upaya penanganan darurat.

Selain evakuasi, penanganan darurat yang tengah disiapkan di antaranya berupa penanganan warga yang mengungsi, pelayanan kesehatan, dan membantu dapur umum serta penyediaan air bersih.

Dari hasil kaji cepat di lapangan, Jati mengatakan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini berupa tenda pengungsian, penyediaan air dan sanitasi, kebutuhan bayi dan balita, masker, selimut, alas tidur dan terpal serta dukungan personel untuk pendampingan anak-anak.

"Pemda mengupayakan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan pengungsian. Untuk mendukung protokol kesehatan, BPBD membutuhkan alat pelindung diri, seperti masker," kata Jati.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan beberapa hal terkait terkait kenaikan status vulkanik Gunung Ili Lewotolok.

Beberapa di antaranya ialah meminta masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari kawah puncak.

PVMBG juga menyarankan agar warga tetap penggunaan masker maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Hal ini guna menghindari dampak abu vulkanik yang dapat berakibat pada gangguan pernapasan akut maupun gangguan kesehatan lain.

Selain itu, PVMBG mengingatkan bahwa abu vulkanik gunung saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok.

Infografis bagaimana Gunung Api TumbuhInfografis bagaimana Gunung Api Tumbuh. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Oleh karena itu, PVMBG menghimbau masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di gunung Illi mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama di musim hujan.

"Potensi bahaya Gunung Ili Lewotolok berupa lontaran batu atau lava pijar ke segala arah, hujan abu lebat yang penyebarannya dipengaruhi arah dan kecepatan angin, awan panas khususnya ke arah bukaan kawah, yang berada di sisi tenggara," ujar PVMBG.

(arh/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK