Kapolri Perintahkan Tembak Mati Kelompok MIT jika Melawan

CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 00:13 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis menyatakan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang melakukan aksi pembunuhan apapun dalihnya. Kapolri Jenderal Idham Azis menyatakan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang melakukan aksi pembunuhan apapun dalihnya. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan anggotanya untuk menembak mati kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora jika melawan saat ditangkap.

Kelompok MIT diduga menjadi dalang dalam aksi pembantaian terhadap empat orang di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (27/11).

Idham menyatakan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang melakukan aksi pembunuhan apapun dalihnya.


"Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja," kata Idham dalam keterangannya, Senin (30/11).

Selain itu, kata Idham, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga telah menerjunkan pasukan untuk membantu mencari dan mengepung kelompok Ali Kalora.

Idham mengatakan personel Polri-TNI akan terus mencari tempat persembunyian Ali Kalora Cs.

Pada Jumat (27/11) lalu, kelompok teroris jaringan MIT pimpinan Ali Kalora diduga melakukan aksi teror di Kabupaten Sigi. Dalam aksi itu, empat warga meninggal dunia dan tujuh rumah terbakar.

Terkait peristiwa ini, Presiden Joko Widodo mengutuk keras aksi teror. Jokowi menyebut pembantaian itu bertujuan memprovokasi dan menyebarkan teror di tengah masyarakat.

"Saya mengutuk keras tindakan di luar batas kemanusiaan yang tidak beradab yang menyebabkan empat orang meninggal dunia dalam aksi kekerasan yang terjadi di Sigi," kata Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11).

Tak hanya itu, Jokowi juga memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.

"Tidak ada tempat di Tanah Air bagi terorisme," ujarnya.

Menko Polhukam Mahfud MD menilai aksi teror yang diduga dilakukan kelompok MIT tak berafiliasi dengan agama manapun, tapi murni terorisme.

"Itu bukan gerakan keagamaan tapi gerakan kejahatan. Terhadap sebuah keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka," kata Mahfud saat menyampaikan konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/11).

(dis/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK