'Shock' Usai Diciduk, Iyut Bing Slamet Ditangani Polwan

CNN Indonesia | Sabtu, 05/12/2020 20:45 WIB
Mantan artis cilik Iyut Bing Slamet disebut shock atau mengalami trauma usai ditangkap polisi di kasus narkoba, Kamis (3/12) malam. Mantan penyanyi cilik Ratna Fairuz Albar atau Iyut Bing Slamet (kiri) disebut alami trauma dengan kasusnya. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolres Metro Jakarta Selatan Budi Sartono menyatakan bahwa mantan artis cilik Iyut Bing Slamet alias IBS saat ini masih dalam keadaaan shock atau trauma usai ditangkap pada Kamis (3/12) malam.

Iyut saat ini masih berada dalam pemeriksaan di bawah penanganan aparat polisi wanita (Polwan) dari Polres Metro Jaksel.

"Yang bersangkutan sekarang masih bisa anda lihat sendiri masih shock tapi tetap kita berikan pemeriksaan dengan adik-adik polwan sehingga untuk mengurangi shock-nya yang bersangkutan," kata Budi di Mapolres Metro Jaksel, Sabtu (5/12).


Budi mengatakan Iyut saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami rantai pemasok sabu kepadanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dia mengaku telah mengantongi nama yang menjual sabu kepada wanita bernama lengkap Ratna Fairuz Albar tersebut.

Namun, dirinya enggan lebih lanjut mengungkap identitas orang tersebut. Budi menyebut bahwa Iyut membeli sabu dari seseorang di daerah Johar Baru, Jakarta Pusat.

"Orang biasa aja di sekitar Johar Baru. Dia beli di sekitar, ada namanya tapi kita tidak bisa sebutkan di sini," katanya.

Kepada penjualnya, menurut Budi, Iyut membeli sabu seberat 0,7 gram itu pada Selasa (1/12). Sabu itu kemudian dikonsumsi Iyut selama dua hari hingga Rabu (2/12), sebelum kemudian polisi menyatroni rumahnya pada Kamis (3/12).

Budi menambahkan Iyut telah mengonsumsi sabu sejak 2004. Penangkapan ini menjadi kali kedua setelah sebelumnya wanita 52 tahun itu sempat ditangkap pada 2011.

Kendati demikian, Budi memastikan bahwa kakak Iyut yang berada di lokasi saat proses penangkapan telah dinyatakan negatif. Iyut dalam waktu dekat akan menjalani asesmen untuk memastikan yang bersangkutan akan menjalani rehabilitasi atau tidak.

"Hasil asesmen itu yang dapat menentukan apakah yang bersangkutan bisa direhab atau tidak. Apakah dia pecandu atau seperti apa nanti kita lihat dari asesment tersebut," katanya.

(thr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK