Ponakan SBY Klaim Unggul Telak di Pilkada Pacitan

CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 21:08 WIB
Keponakan Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Indrata Nur Bayu Aji mengklaim mendapat 74,88 persen suara berdasarkan hitung suara atau quick count. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keponakan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indrata Nur Bayu Aji mengklaim menang telak dalam hitung cepat di Pilkada Kabupaten Pacitan, Rabu (9/12).

Indrata yang maju bersama Gagarin mengklaim telah mengantongi 74,88 persen suara berdasarkan hasil hitung cepat.

"Ini hasil perhitungan cepat secara real (real count) di 1.299 TPS yang tersebar di 171 desa/kelurahan 14 kecamatan," kata Koordinator Kolektif Relawan Nyawiji-Sumrambah, Arif Setia Budi dikutip dari Antara.


Pasangan Indrata-Gagarin mengklaim telah meraup suara sah sebanyak 226.662 suara atau 74,88 persen. Jauh di atas pasangan yang diusung PDIP dan PKB, Yudi Sumbogo-Isyah Ansori yang hanya meraup 76.050 suara atau 25,12 persen.

Arif optimis Indrata-Gagarin hasil hitung cepat tidak akan selisih jauh dari hitung resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia yakin pasangan Indrata-Gagarin menyapu habis kemenangan di 14 kecamatan yang ada di Pacitan.

Rasio kemenangan tertinggi, menurut data hitung cepat tim pemenangan Indrata-Gagarin, ada di Kecamatan Ngadirojo daerah tempat tinggal Gagarin dengan persentase suara mencapai 80,69 persen. Kedua di Kecamatan Punung dengan perolehan 80,49 persen.

Sementara itu, perolehan suara terendah yang tercatat di hitung cepat ada di Kecamatan Donorojo, dengan perolehan suara 57,17 persen.

Indrata lalu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan suaranya. Ia berjanji bakal menjaga amanah yang diberikan kepadanya.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Pacitan. Hasil ini Insya Allah memuaskan semua pihak, dan kami tentu akan menjaga amanah yang dipercayakan masyarakat Pacitan dengan memberikan yang terbaik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pacitan," kata Indrata.

Gagarin dalam kesempatan yang sama mengatakan, perhitungan yang ada saat ini merupakan perwujudan sikap masyarakat dalam memilih pemimpin. Kader Partai Golkar itu mengajak semua pihak untuk tidak lagi terjebak pada perbedaan apalagi perpecahan karena proses kontestasi pilkada telah usai.

"Sekarang tidak ada lagi perbedaan nomor urut 01 dan 02. Pemimpin yan terpilih dalam kontestasi demokrasi ini adalah pemimpin untuk seluruh masyarakat Pacitan," kata Gagarin.

(Antara/dmi/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK