KontraS Ingatkan Propam Independen Usut Bentrok FPI-Polisi

CNN Indonesia | Kamis, 10/12/2020 17:03 WIB
KontraS meminta tim khusus dari Propam Polri independen mengusut bentrok yang terjadi antara FPI dengan polisi. Ilustrasi. (Foto: Istock/sandsun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis dapat menjamin tim khusus dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dapat bekerja secara independen dalam mengusut insiden penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

"Tim investigasi independen yang dijamin langsung oleh Kapolri bahwa tim tersebut bisa bekerja leluasa," kata peneliti KontraS, Rivanlee Anandar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (9/12).

Dalam hal ini, kata dia, Kapolri perlu menjamin agar anak buahnya dapat mengusut permasalahan di internal Korps Bhayangkara tanpa terpengaruh konflik-konflik kepentingan tertentu. Dengan demikian, tim itu dapat menemukan bukti, saksi, dan akses informasi yang leluasa untuk mengungkap peristiwa.


Meski Rivan ragu hasil penyelidikan tim investigasi khusus itu dapat menjanjikan dan diterima publik. Pasalnya, kata dia, sampai saat ini sejumlah kasus diusut oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) juga belum tentu dapat membuat terang suatu peristiwa.

"Polisi juga kerap abai dalam pengungkapan fakta sebuah peristiwa. Selain itu, dari presiden juga seolah mewajarkan," ucap dia.

"Tapi dengan tim khusus, ada upaya untuk mengungkap fakta peristiwa. Kuncinya, transparan dan akuntabel," tambahnya.

Rivan mengingkatkan, Kapolri perlu memandang peristiwa kematian enam orang anggota laskar tersebut sebagai peristiwa kemanusiaan sehingga ada rasa tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan anah buahnya di lapangan.

Sebagai informasi, saat ini kasus dugaan penyerangan terhadap polisi dan insiden penembakan itu sepenuhnya dilimpahkan ke Mabes Polri.

Mabes Polri kemudian membentuk tim khusus dari Propam untuk menelisik dugaan pelanggaran prosedur dalam operasi yang dilakukan personel kepolisian.

Bentrokan diketahui terjadi antara anggota polisi dengan simpatisan Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) sekitar pukul 00.30 WIB. Atas kejadian itu, enam orang laskar pengawal Rizieq tewas tertembak timah panas polisi.

(mjo/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK