Luhut Sebut Jokowi Siap Disuntik Vaksin Corona Bareng Rakyat

CNN Indonesia | Sabtu, 12/12/2020 15:36 WIB
Wakil Ketua KPC-PEN Luhut Binsar Panjaitan menegaskan vaksin corona yang diedarkan aman. Bahkan, Presiden Jokowi siap untuk divaksin bersama masyarakat. Wakil Ketua KPC-PEN Luhut Binsar Panjaitan menegaskan vaksin corona yang diedarkan aman. Bahkan, Presiden Jokowi siap untuk divaksin bersama masyarakat. (CNN Indonesia/Harvey Darian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat tidak meragukan keamanan vaksin covid-19. Ia menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) siap untuk disuntik vaksin corona bersama masyarakat.

"Presiden (Jokowi) kemarin bilang, nanti saya disuntik ramai-ramai saja dengan rakyat. Jadi kelihatan," ujar Luhut dikutip dari Youtube SHOPEE Indonesia, Sabtu (12/12).

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi itu mendengar masih ada pihak yang menduga vaksin covid-19 tidak aman dan memiliki efek samping. Karena kekhawatiran itu, kata dia, pihak tersebut mau Jokowi divaksin terlebih dahulu.


Luhut menekankan bahwa vaksin aman sehingga Jokowi tak merasa khawatir jika divaksin duluan. Jokowi, sambung Luhut, bisa saja divaksin lebih dahulu jika memungkinkan. Namun, Jokowi tak ingin menyalahi aturan.

"Jangan berburuk sangka, jauhkan itu. Pemerintah berikan yang terbaik kepada rakyat. Kalau Presiden mau disuntik duluan hari ini juga bisa. Tapi Presiden nggak mau, karena nanti dibilang maunya presiden sendiri duluan," ujarnya.

Ia menekankan pihaknya ingin vaksinasi dilakukan secara tertib sesuai aturan. Termasuk untuk vaksinasi terhadap pejabat publik, seperti Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir mengatakan semua vaksin corona yang dipakai Kementerian Kesehatan aman karena sudah masuk daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Jangan terjebak di ini vaksin China, Amerika. Semua vaksin yang masuk daftar WHO dan juga sudah masuk uji klinis semua sama baiknya dan kita tadi sesuai keputusan surat Menkes (Menteri Kesehatan), kita pakai vaksin Amerika, Arab, China," tuturnya.

Menurutnya, apapun jenis vaksin yang dipakai tidak menjadi masalah selama vaksinasi bisa diyakini menurunkan penularan dan jumlah kematian karena covid-19 di Indonesia.

Ia menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketika memesan 1,2 juta vaksin yang sudah datang.

"Sinovac sudah uji coba di Bandung, dan MUI terlibat, BPOM terlibat. Dan BPOM sudah mendapat bahan uji klinis 1,2 sehingga vaksin dikirim. Tinggal untuk disuntik di Indonesia butuh Emergency Use Authorization," tambah Erick.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pihaknya akan melakukan vaksinasi terhadap 67 persen penduduk berusia 18-59 tahun. Jumlah tersebut mencapai 107 juta penduduk.

Vaksinasi akan dilakukan dengan dua tipe pembiayaan, yakni subsidi dari pemerintah sebanyak 32 juta dan 75 juta secara mandiri.

(fey/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK