3M dan Vaksin, Kolaborasi Utama Cegah Covid-19

KPC PEN, CNN Indonesia | Minggu, 13/12/2020 16:31 WIB
Satgas Covid-19 menegaskan meski vaksin sangat bermanfaat sebagai perlindungan spesifik, namun perilaku 3M juga harus jadi kebiasaan baru. Ilustrasi penggunaan masker masyarakat. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keberhasilan pemerintah mendatangkan vaksin Covid-19 pada awal Desember lalu menjadi langkah maju penanganan Covid-19. Namun protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak) ditegaskan harus tetap dilaksanakan.

Juru bicara vaksin Covid-19 Reisa Asmoro Broto mengungkap, disiplin protokol kesehatan ini masih penting dilakukan mengingat angka kenaikan kasus Covid-19 masih cukup tinggi. Protokol ini pun kelak harus menjadi kebiasaan baru.

"Ada kecenderungan penerapan 3M mulai kendur bahkan longgar, akhirnya banyak terjadi penambahan jumlah kasus, terutama sejak bulan November hingga pekan awal Desember," katanya dalam keterangan pers yang dirilis oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) pada Jumat (11/12).


Ia minta masyarakat tidak meremehkan penularan Covid-19, meski tingkat kesembuhan tinggi. Kehadiran vaksin harus tetap dibarengi dengan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Reisa menekankan meski vaksin sangat bermanfaat sebagai perlindungan spesifik, tapi vaksin bukan satu-satunya cara pencegahan.

"Baris terdepan pencegahan Covid-19 adalah kita, masyarakat Indonesia, dengan bersama disiplin memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan, atau 3M," tegas Reisa.

Duta adaptasi kebiasaan baru ini menyebutkan meskipun vaksin penting, pemerintah tetap berhati-hati sebelum melakukan program vaksinasi. Penggunaan vaksin Covid-19 akan menunggu hasil akhir uji klinis fase ketiga dan harus melalui tahap uji badan POM.

Kini pemerintah tengah menyiapkan tenaga vaksinator, sampai dengan penerapan teknologi tinggi untuk pendistribusian vaksin ke seluruh Indonesia. Vaksin ini pun kelak diprioritaskan untuk pekerja medis dan kelompok rentan.

"Sebagai tahap pertama vaksin akan diberikan kepada pekerja dengan risiko tinggi terhadap Covid-19, yaitu para tenaga kesehatan dan aparat yang membantu proses penelusuran, pengujian dan perawatan pasien Covid-19," pungkasnya.

(ayo/rea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK