Cerita Yusuf Mansur Berjuang Lawan Corona di Rumah Sakit

CNN Indonesia
Rabu, 16 Dec 2020 21:27 WIB
Saat berjuang melawan virus corona, Yusuf Mansur menyebut kebebasan adalah hal paling mahal. Kini ia mengaku masih kesulitan bernapas. Pemimpin Pondok Pesantren Darul Qur'an Yusuf Mansur. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Pondok Pesantren Darul Qur'an, Yusuf Mansur menceritakan kondisinya di tengah perawatan medis di rumah sakit dalam menghadapi infeksi virus corona. Ia dinyatakan positif terpapar Covid-19 pada Kamis (10/12) lalu.

Hampir sepekan berselang, ia menuturkan, kondisinya pada Rabu (16/12) berangsur membaik. Hanya saja, Yusuf Mansur merasa masih kesulitan bernapas, kondisinya pun masih lemah.

"Saya masih belum bisa napas panjang dan belum bisa napas dalam. Namun bahagia, penuh syukur, anteng, kalem, adem, yakin, sangat semangat," tulis Yusuf melalui akun pribadi Instagram @yusufmansurnew seperti dikutip CNNIndonesia.com.


Melanjutkan cerita, Yusuf menyebut dirinya mengalami kondisi lemas apalagi jika ditambah batuk.

"Saya ngalamin di mana kata orang, kalau kena Covid-19, baterai kayak tinggal 10%. Apalagi bila disertai batuk, meski sering-seringannya batuk. Sebab paru-paru dan organ pendukung enggak normal, itu bisa terasa sangat sakit," ungkap dia lagi.

Yusuf mengatakan bahkan ketika bernapas pun saat ini mesti cakap mengatur diri.

Tak hanya sukar bernapas, Yusuf juga mengaku kesulitan mengamalkan bacaan Al-Qur'an yang kerap dia lakukan tatkala sehat. Saat ini dia mengungkapkan, meski masih menyempatkan diri untuk membaca Al-Qur'an tapi dia tak bisa membaca dengan lancar, apalagi menggunakan tilawah seperti ketika sehat.

Sebab kata dia, untuk membaca satu dua ayat pun dia masih terbata-bata karena kesulitan bernafas.

"Saya ngaji, yang senangnya dengan tilawah, murattal, ini harus terbata-bata. Pelan-pelan. Sekata-sekata. Disertai ambil napas agak teratur. Baca seayat saja bisa capeknya minta ampun," tutur Yusuf.

Selain kesulitannya soal rutinitas mengaji, Yusuf juga menceritakan soal betapa susahnya ia menelungkupkan badan. Dia mencoba berlatih telungkup sebanyak dua kali sejak terpapar Covid-19.

Ustad Yusuf Mansur, Jakarta (26/10). (CNN Indonesia/ Hesti Rika)Ustad Yusuf Mansur, Jakarta (26/10). (Foto: CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Namun ketika tengkurap, dia malah mengalami sesak atau napas tersengal diikuti batuk ringan. Setelah napas tersengal, biasanya ia merasakan sakit di bagian dada.

Yusuf menuturkan pelbagai hal tidak nyaman dirasakannya sejak terpapar Covid-19. Meski ia tak bisa mengungkapkan seluruh cerita.

Yang jelas, ia mengingatkan siapapun untuk menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Jangan sampai kawan-kawan nganggep enteng. Jaga diri. Patuhi bener protokol kesehatan. Maskeran terus, hindari kerumunan. Cuci tangan, jaga jarak, hidup sehat. Dan banyak bersyukur, banyak bertaubat," lanjut dia.

[Gambas:Instagram]

Dalam unggahan cerita itu, Yusuf juga menyematkan keterangan soal betapa berharganya kebebasan yang diperoleh seseorang ketika sehat. Dalam kondisi sakit, gerak dan aktivitas menjadi terbatas karena tubuh sedang lemah.

"Dan yang paling mahal tentu saja, kebebasan. Bebas mau ke kamar mandi, bebas mau ke sana kemari. Bebas mau begini begitu. ... Ketemu keluarga juga adalah sesuatu yang menjadi faktor yang harus kawan-kawan ingat ketika hidup sembarang dengan potensi datangnya Covid," tulis Yusuf Mansur.

(tst/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER