Mahfud MD Dapat Info Ada Pelatihan Anak Muda untuk Teror VVIP

CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 12:08 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD mengaku telah mendapatkan informasi dan foto-foto pelatihan anak muda untuk melakukan aksi teror, terutama dengan target VVIP. Menko Polhukam Mahfud MD. (Dok. Humas Polhukam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku mendapat informasi pergerakan teroris muda yang sengaja dilatih untuk menebar teror kepada beberapa pihak.

Menurutnya, sekelompok anak muda itu dilatih secara khusus untuk melakukan aksi teror kepada pihak tertentu yang secara khusus dipilih.

"Saya dapat info ada sekelompok anak-anak muda yang dilatih di suatu tempat khusus untuk meneror VVIP (Very-Very Important Person)," kata Mahfud saat memberi sambutan dalam acara Penyerahan Hasil Evaluasi dan Rekomendasi Kebijakan Kementerian atau Lembaga di Bidang Kesatuan Bangsa yang juga digelar secara live, Rabu (16/12) malam.


Namun Mahfud tak merinci mengenai pihak VVIP yang terancam jadi sasaran teror anak-anak muda yang baru menjalani pelatihan tersebut.

"Saya dapat foto latihannya juga, nah yang seperti ini jadi ideologi itu radikalisme yang mengarah, menghantam ideologi itu satu intoleran, dua yang lebih parah dari itu adalah teror. Teror itu karena paham jihadis. Paham jihad yang salah," demikian pengakuan mantan Hakim Konstitusi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Mahfud mengatakan saat ini aksi-aksi dan paham-paham radikalisme memang mulai kembali bermunculan. Menurutnya, keutuhan ideologi Indonesia memang saat ini sedang dihadapkam dengan segala bentuk radikalisme.

"Jadi radikalisme sedang ada di tempat kita," ujar pria yang pernah menjadi Menteri Pertahanan pada masa Kepresidenan Abdurahman Wahid (Gus Dur) di awal reformasi itu.

Terbaru, kata Mahfud, aparat kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap 23 orang teroris dari berbagai tempat. Puluhan orang itu, sambungnya, telah bersiap diri untuk melakukan aksi teror dari mulai mengebom hingga membuat kerusuhan di berbagai tempat.

"Polisi menangkap 23 orang teroris dari berbagai tempat yang kemudian dikumpulkan di Lampung itu lalu diangkut ke Jakarta, sebanyak 23 orang itu sudah mempersiapkan kegiatan-kegiatan teror. Mengebom, membikin kerusuhan dan sebagainya di berbagai tempat," kata Mahfud.

Petugas Densus 88 menggiring tersangka kasus terorisme di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020). Sebanyak 23 tahanan kasus terorisme yang berhasil ditangkap Densus 88 di sejumlah wilayah di Lampung dipindahkanke Mabes Polri  untuk dilakukan pemeriksaan lebih Lanjut. ANTARA FOTO/Ardiansyah/foc.Petugas Densus 88 menggiring tersangka kasus terorisme ke atas pesawat di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020). (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan survei mereka menemukan fakta bahwa potensi radikalisme pada 2020 menurun, terjadi feminisasi radikalisme, urbanisasi radikalisme, radikalisasi generasi muda dan netizen, dan literasi digital yang belum mampu menjadi daya tangkal efektif melawan radikalisasi.

Dalam survei yang digelar bersama lembaga Alvara tersebut, indeks potensi radikalisme pada 2020 mencapai 14,0 (pada skala 0-100) atau turun 12,2 persen dibanding pada 2019 yang mencapai 38,4 (pada skala 0-100).

Survei itu dirilis BNPT pada pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/12) malam.

Menyikapi hasil survei tersebut, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan seluruh elemen yang terlibat dalam kerja-kerja kontra radikalisme menjadi jangan langsung berpuas diri dan terlena.

Pasalnya, penetrasi dari jaringan teroris internasional dalam proses radikalisasi itu mencoba menyasar generasi milenial dan generasi Z dengan keberadaan dan kemajuan dunia digital.

"Mereka tahu karena yang disasar ini anak muda, jadi bukan lagi yang tua-tua. Bagi mereka yang tua itu masa lalu, tapi masa depan mereka adalah generasi muda," kata Boy seperti dilansir Antara.

(tst/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK