Testing Covid-19 Turun karena Pilkada, Satgas Minta Evaluasi

CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 14:18 WIB
Satgas Covid-19 menyebut salah satu penyebab testing corona turun pada pekan kedua Desember 2020 karena penyelenggaraan pilkada serentak. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut salah satu penyebab testing Covid-19 turun karena Pilkada Serentak 2020. (Foto: Dok. BPMI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah pemeriksaan atau testing virus corona secara nasional mengalami penurunan dalam sepekan terakhir atau pada pekan kedua Desember 2020. Salah satu penyebabnya karena pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta para pimpinan daerah melakukan evaluasi, memetakan masalah yang berujung pada menurunnya angka testing secara nasional.

"Segera koordinasikan dengan Satgas di pusat jika terjadi kendala yang sulit diselesaikan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dikutip CNNIndonesia.com dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (17/12).


Wiku mengaku jumlah testing sempat mengalami puncak pada pekan lalu dengan persentase sebesar 96,35 persen. Namun pada pekan kedua Desember, persentase jumlah testing mengalami penurunan menjadi 81,9 persen.

"Jumlah testing mengalami penurunan sangat signifikan dalam minggu kedua menjadi 81,9 persen. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat kita sudah mendekati target dari WHO pada minggu lalu," kata Wiku.

Berdasarkan data harian Satgas Penanganan Covid-19. Dalam kurun waktu sepekan awal Desember atau 1-7 Desember, jumlah kumulatif testing menghasilkan total 251.885 jumlah pemeriksaan. Namun dalam kurun waktu pekan kedua atau 8-14 Desember, terjadi penurunan hingga menjadi 228.939 jumlah pemeriksaan.

Memasuki pekan ketiga ini, data harian menunjukkan sebanyak 38.849 pemeriksaan dilakukan pada (15/12), dan 36.592 pada (16/12). Sedangkan dalam hal testing, WHO menetapkan standar pemeriksaan 1 orang per 1.000 penduduk tiap pekan. Dengan asumsi Indonesia memiliki 267 juta penduduk, maka target pemeriksaan seharusnya mencapai 267 ribu orang per pekan.

Atas temuan itu, Wiku pun meminta agar penurunan prestasi daerah ini dapat dijadikan pelajaran bagi pimpinan daerah dalam upaya penanganan Covid-19. Ia meminta agar temuan serupa jangan sampai terulang kembali di masa yang akan datang.

Sedangkan untuk daerah yang sudah berhasil mencetak jumlah testing harian yang masif dan berkelanjutan, Wiku berpesan agar daerah tersebut terus meningkatkan kapasitas testing dan jangan sampai turun sebelum kasus Covid-19 memang benar-benar melandai.

Ia juga meminta agar pemerintah daerah tetap aktif dan fokus melakukan upaya testing, tracing dan treatment (3T). Sementara masyarakat juga diharap tetap patuh dalam menjalankan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Jangan sampai hal serupa terjadi kembali. Lakukan upaya 3T secara konsisten agar deteksi dini dan penanganan pasien Covid-19 dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

(khr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK