Cegah Kerumunan Aksi 1812, 22 Titik Batas Banten-DKI Disekat

CNN Indonesia | Jumat, 18/12/2020 13:39 WIB
Sebanyak 22 titik akses dari Banten ke Jakarta dijaga aparat untuk menghalau massa yang hendak mengikuti Aksi 1812. Ilustrasi penjagaan di batas kota. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi melakukan penyekatan di 22 titik akses dari Banten menuju ke Jakarta untuk mencegah massa mengikuti Aksi 1812 yang juga bagian dari Operasi Yustisi.

Kapolda Banten Irjen Fiandar kegiatan ini juga untuk mencegah warga Banten agar tidak ikut berkerumun dalam aksi 1812 di Jakarta. Apalagi, angka penyebaran Covid-19 saat ini masih terbilang tinggi.

"Makanya kami meminta kepada warga Banten untuk tidak ke Jakarta menghadiri aksi 1812 karena akan membahayakan diri warga kita sendiri," tutur Fiandar dalam keterangannya, Jumat (18/12).


Fiandar menutukan ada potensi klaster baru jika terjadi kerumunan massa saat aksi demo. Kemudian, jika ada warga Banten yang ikut demo, maka berpotensi menyebarkan virus corona saat kembali ke daerahnya.

Atas dasar itu, kata Fiandar, pihaknya mengimbau kepada warga Banten untuk tak melakukan perjalanan ke luar kota. Khususnya untuk mengikuti aksi demo 1812.

"Kita imbau kepada masyarakat agar menunda perjalanan ke luar kota, jika tidak ada keperluan mendesak mending tidak usah keluar kota," katanya.

Selain Polda Banten, upaya penyekatan terhadap massa yang akan ikut aksi 1812 juga dilakukan oleh Polres Metro Bekasi Kota. Penyekatan ini dilakukan di sejumlah pintu tol dan ruas jalan perbatasan Bekasi-Jakarta.

"Kita melakukan penyekatan di antara lain di pintu tol Bekasi Barat 1, Bekasi Barat 2, lalu Bekasi Timur. Di pintu tol Pondok Gede Jatiwaringin, lalu perbatasan Sumber Arta dengan Duren Sawit, perbatasan Cakung sama Medan Satria, dan di Pintu Tol Pondok Gede 2 dan Jati Asih 2," kata Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal saat dihubungi, Jumat (18/12).

Selain penyekatan, kata Alfian, pihaknya juga melakukan pemeriksaan rapid test antigen di delapan titik tersebut. Setidaknya ada 5.000 alat rapid test antigen yang disiapkan.

Aksi 1812 ini diketahui dimotori oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Mereka menuntut sejumlah hal dalam aksi demo ini. Antara lain, meminta kasus penembakan terhadap enam anggota laskar FPI diusut tuntas, mendesak agar pentolan Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat.

(dis/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK