Jelang Aksi 1812, Mobil Mencurigakan Akan Dicegat di Bekasi

CNN Indonesia | Jumat, 18/12/2020 12:47 WIB
Polisi bakal mencegat kendaraan-kendaraan yang mencurigakan di beberapa pintu tol di Bekasi jelang Aksi 1812. Ilustrasi penutupan jalan. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Metro Bekasi Kota melakukan penyekatan di sejumlah pintu tol untuk mengantisipasi massa yang akan mengikuti Aksi 1812.

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan total delapan titik penyekatan massa. Selain pintu tol, ruas jalan perbatasan Bekasi-Jakarta.

"Kita melakukan penyekatan di antara lain di pintu tol Bekasi Barat 1, Bekasi Barat 2, lalu Bekasi Timur. Di pintu tol Pondok Gede Jatiwaringin, lalu perbatasan Sumber Arta dengan Duren Sawit, perbatasan Cakung sama Medan Satria, dan di Pintu Tol Pondok Gede 2 dan Jati Asih 2," kata Alfian saat dihubungi, Jumat (18/12).


Alfian menuturkan akan melakukan pencegatan terhadap kendaraan-kendaraan yang dianggap mencurigakan. Pihaknya akan melalukan itu secara selektif karena dari pengalaman aksi serupa sebelumnya banyak yang tak menggunakan atribut di jalan.  

"Mereka tidak gunakan atribut, jadi kita akan selektif terus, kalau kita lihat ada kendaraan roda dua dan roda empat yang kita curigai akan kita hentikan," ujarnya.

Dalam upaya penyekatan ini, ada 278 personel gabungan yang dikerahkan. Rinciannya, 80 personel kepolisian, 60 personel TNI, 75 personel Satpol PP, dan Dishub ada 60 personel.

Dikatakan Alfian, selain penyekatan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan rapid test antigen di delapan titik tersebut.

Alfian menyebut pihaknya telah menyiapkan 5.000 alat rapid test antigen. Hal itu sebagai bagian dari upaya mendeteksi dini penularan Covid-19.

"Kita utamakan sebelum mereka berangkat mereka sudah dilakukan rapid test. Tujuannya supaya nanti tidak menjadikan penularan saat sampai di Jakarta. Tapi ketika nanti di situ reaktif kita langsung bawa ke GOR Bekasi untuk kita swab," tuturnya.

Terkait aksi demo ini, Polda Metro Jaya sendiri menerjunkan 5.000 personel gabungan untuk melakukan pengamanan. Selain itu, masih ada 7.500 personel gabungan yang dicadangkan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengingatkan akan ada penegakan hukum jika massa Aksi 1812 tidak mengindahkan imbauan polisi untuk tak. berkerumun.

Bahkan, kepolisian akan melakukan pembubaran sebagai langkah terakhir jika massa tak mematuhi imbauan.

"Operasi Kemanusiaan dulu baru disusul penindakan hukum. Jadi pembubaran itu adalah jalan terakhir jika mereka tidak mengindahkan semua," ujar Yusri kepada wartawan, Jumat (18/12).

(dis/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK