ICJR: Gisel dan MYD Tak Bisa Dipidana Bila Video Buat Pribadi

CNN Indonesia | Selasa, 29/12/2020 20:05 WIB
ICJR mengingatkan perbuatan membuat pornografi tidak bisa dipidana apabila dilakukan untuk kepentingan diri sendiri atau kepentingan pribadi. Penyanyi Gisella Anastasia terjerat kasus video porno yang diakui dibuat pada 2017 silam. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menilai Gisella Anastasia (GA) dan seorang pria dalam video tersebut, MYD, tidak bisa dipidana. ICJR beralasan keberadaan video tersebut untuk pribadi, dan tidak untuk hendak diviralkan ke publik.

Untuk diketahui, polisi telah menetapkan Gisel dan MYD sebagai tersangka dengan jeratan pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi atau Pasal 28 UU Pornografi.

ICJR menilai ada batasan penting dalam UU Pornografi yang mengatur bahwa pihak-pihak yang melakukan perbuatan 'membuat' sebagaimana dalam Pasal 4 UU Pornografi tidak dapat dipidana apabila dilakukan untuk tujuan diri sendiri dan kepentingan sendiri.


"Dengan demikian perbuatan membuat pornografi tidak bisa dipidana apabila dilakukan untuk kepentingan diri sendiri atau kepentingan pribadi," demikian dikutip dari keterangan resmi ICJR, Selasa (29/12).

Sementara terhadap Pasal 8 UU Pornografi, ICJR mengatakan risalah pembahasan UU Pornografi menjelaskan bahwa yang didefinisikan sebagai perbuatan kriminal adalah pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di ruang publik.

Pasal 8 UU Pornografi mengatur: "Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi." Larangan menjadi model, menurut ICJR, tetap harus dalam kerangka komersial bukan kepentingan pribadi.

"Maka, selama konten tersebut adalah kepentingan pribadi, sekalipun sebagai pemeran dalam suatu konten, ketentuan hukum dan konstitusi di Indonesia melindungi hak tersebut. Perbuatan tersebut tidak dapat dipidana," ucap ICJR.

Berdasarkan penjelasan di atas, ICJR meminta penyidik Polda Metro Jaya agar fokus kepada pihak yang menyebarkan video tersebut ke publik.

"Penyidik harus paham bahwa apabila GA, MYD tidak menghendaki penyebaran video tersebut ke publik atau untuk tujuan komersil, maka mereka adalah korban yang harusnya dilindungi," tambah ICJR.

Dalam kasus video porno, pengenaan Pasal terhadap GA dan MYD berbeda dengan kasus yang menjerat vokalis band Peterpan, Nazril Ilham alias Ariel pada 2010 silam.

Ariel dikenakan Pasal 29 jo Pasal 45 ayat 1 UU Pornografi, Pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Pasal 282 KUHP. Ariel disebut telah mempertunjukkan gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan.

[Gambas:Video CNN]

(ryn/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK