Pandemi, Kasus Uang Palsu di Jateng Naik 79 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 30/12/2020 12:15 WIB
Polda Jateng menyebut kasus uang palsu selama pandemi meningkat hingga 75 persen dari tahun sebelumnya. Ilustrasi kasus uang palsu. (Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Jawa Tengah mengungkap 25 kasus uang palsu selama 2020. Angka tersebut naik 79 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 14 kasus.

Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi, naiknya kejahatan uang palsu dipicu kondisi ekonomi karena masa pandemi ditambah momentum spesial seperti Hari Lebaran dan Hari Natal serta Pilkada serentak.

"Ada peningkatan di kejahatan uang palsu, naik sampai 79 persen. Karena kondisi pandemi ekonomi sulit tapi momen-momen spesial seperti Lebaran, Natal, identik dengan berbagi rejeki budayanya. Ditambah ada Pilkada, politik uang, tapi kecil sekali", terang Luthfi.


Selain uang palsu, tindak kejahatan yang naik juga terjadi pada pencurian dengan kekerasan (curas) sebesar 20 persen dari 181 kasus di 2019 menjadi 217 kasus di 2020.

Sama halnya dengan kasus narkoba yang juga naik 20 persen dari 1372 kasus di 2019 menjadi 1642 kasus di 2020.

Sebaliknya, penurunan terjadi pada kasus kriminalitas lain seperti pencurian sepeda motor, pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan, perkosaan, pembunuhan hingga perjudian, turun hingga di angka rata-rata 15 persen.

"Ada juga yang naik, curas dan narkoba naik sebesar 20 persen. Yang kita berhasil ungkap di 2020 kalau curas 217 kasus, narkoba 1642 kasus. Di luar itu, kriminalitas lainnya cenderung turun semua", kata Luthfi.

Selain kamtibmas, Polda Jawa Tengah terus berkomitmen melakukan pelayanan dan melindungi masyarakat khususnya dalam penanganan Covid-19. Segala upaya pencegahan hingga bantuan ekonomi telah diberikan Polda Jawa Tengah kepada masyarakat.

"Khusus penanganan covid, kita masih terus berkomitmen. Dari sosialisasi sampai penindakan dan aksi sosial berupa bagi sembako sampai penyediaan lahan ekonomi kerakyatan untuk warga yang terdampak", tambah Luthfi.

(dmr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK