SUARA ARUS BAWAH

Gaji PNS Minimal Rp9 Juta, Rakyat Kecil Mau Mati Rasanya

CNN Indonesia | Rabu, 30/12/2020 16:08 WIB
Sejumlah warga menilai kebijakan menaikkan gaji PNS minimal Rp9 juta tak elok disampaikan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. Sejumlah PNS mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pantai Maju, Pulau D Reklamasi, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana menaikkan gaji beserta tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi minimal Rp9 juta pada 2021. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan tunjangan kinerja PNS akan ditingkatkan secara maksimal.

Wacana kenaikan gaji PNS itu mendapat beragam sambutan. Karyono, seorang sopir bajaj, menilai kebijakan menaikkan gaji PNS tak elok disampaikan di tengah kondisi krisis seperti saat ini.

Apalagi menurutnya, kenaikan gaji itu diperuntukkan bagi golongan yang tidak terlalu merasakan dampak pandemi virus corona. Sementara di sisi lain, kata Karyono, banyak orang yang diberhentikan atau mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam beberapa bulan terakhir, seperti yang dia alami.


"Ya, saya sih setuju saja kalau gaji PNS gede. Tapi enggak pantas lah kalau sekarang, mereka kan enggak terdampak, ada gajinya. Nah, kalau kita siapa yang gaji?" kata Karyono saat ditemui CNNIndonesia.com di kawasan Kelurahan Roa Malaka, Jakarta Barat, Rabu (20/12).

Karyono - Sopir BajajKaryono beralih profesi menjadi sopir bajaj setelah diberhentikan dari pekerjaan sebelumnya selama pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)

Pria yang sehari-harinya harus bolak balik Jakarta-Bogor ini mengaku harus menelan banyak pil pahit usai pagebluk melanda Indonesia. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret lalu itu membuatnya kalang kabut mencari nafkah.

Karyono pun mengaku belum pernah mendapat secuil bantuan dari pemerintah dalam masa krisis ini. Agar dapur tetap mengepul, bapak tiga anak ini banting setir menjadi sopir bajaj usai diberhentikan oleh perusahaannya yang lama sejak November lalu.

"Bantuan saja saya enggak pernah dapat, lho. Kalau pemerintah punya duit, ya bisa ya kami rakyat kecil tolong diperhatikan gitu," ujar Karyono getir.

Senada dengan Karyono, Agus mengaku kebijakan pemerintah soal kenaikan gaji itu tak seharusnya diwacanakan saat ribuan orang terkena PHK.

PNS, kata Agus, merupakan abdi negara dan masyarakat yang kehidupannya terjamin dengan gaji pokok dan tunjangan. Sehingga kemungkinan mereka terhimpit ekonomi di situasi krisis kesehatan dan ekonomi ini relatif kecil.

"Sekarang gaji PNS itu kan uang dari rakyat, kalau rakyatnya sendiri sekarang tidak kerja, mau mati rasanya, bagaimana itu, keenakan PNS dong ya," kata Agus.

Agus -  Perakit senar raketAgus, perakit senar raket. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)

Pria yang kesehariannya sibuk merakit senar raket untuk dijual ini pun mengaku masih banyak pekerjaan rumah pemerintah dalam menangani pandemi. Mulai dari kekacauan bantuan sosial dan keruwetan pembelajaran jarak jauh.

Alih-alih mengumumkan wacana kenaikan gaji PNS, pria berusia 36 tahun ini pun menyarankan agar pemerintah membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya bagi masyarakat yang diberhentikan perusahaan akibat pandemi.

"Kalau pemerintah saat ini punya uang banyak, ya uang itu buat buka lapangan kerja, buat pengrajin rumahan, daripada PNS," ujar Agus.

Sementara itu, Kesri yang kesehariannya bekerja sebagai pasukan oranye di Jakarta ini mengaku senang bila gaji dan tunjangan PNS naik, sebab ia berharap gaji bulanannya ikut merangkak naik.

Ibu dua anak ini mengaku beberapa kali mendapat kenaikan gaji setiap tahunnya. Sehingga wacana kenaikan gaji ASN itu juga membuatnya bungah dan berharap agar 'kecipratan' wacana itu meski dirinya hanya pekerja kontrak.

"Kebutuhan hidup kan semakin tinggi ya, mungkin itu ya jadi penyebab gaji PNS naik, ya tidak apa-apa. Semoga yang lainnya juga ikut naik gaji juga, amin," kata wanita berusia 44 tahun ini.

Kesri - Pasukan oranyeKesri, petugas pasukan oranye. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)

Meski sepakat, namun wanita yang kesehariannya membersihkan kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini pun berharap dengan kenaikan gaji PNS, kinerja mereka juga harus ditingkatkan.

"Gaji naik, kerja juga kudunya semakin bagus," ungkapnya.

Tak sepakat dengan Kesri, Sukir mengaku tak menghendaki kenaikan gaji ASN diketok palu. Ia menyebut masih banyak garapan pemerintah soal menyejahterakan wong cilik di tengah himpitan pandemi covid-19.

"Tidak setuju, jelas," kata Sukir singkat.

Sukir - Juru parkirSukir, juru parkir di Jakarta. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)

Pria yang saat ini bekerja sebagai juru parkir di kawasan Jakarta Barat ini menyebut kenaikan gaji atau upah harusnya terjadi di beberapa lembaga non-negara, seperti misalnya upah tukang, maupun pekerjaan serabutan lainnya.

"Itu upah-upah tukang perlu naik, jangan melulu pegawai negeri. Kasihan, karena rakyat kecil yang kekurangan," jelasnya.

Di lain tempat, Darsiman yang ditemui di sekitar Pasar Asemka mengaku wacana kenaikan gaji PNS itu tidak berdampak kepada dirinya. Mau naik atau tidak menurutnya bukan ihwal besar, sebab dalam keluarganya tak ada yang menggantungkan pendapatan dari profesi itu.

"Saya sih tidak terlalu peduli ya, karena enggak ngefek gitu. Ya terserah pemerintah saja," kata Darsiman.

Darsiman - Penjual teh liangDarsiman, penjual teh liang. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)

Kendati begitu, pria asal Jawa Tengah ini meminta pemerintah juga memperhatikan rakyat kecil yang tergerus arus krisis ekonomi. Darsiman yang menggantungkan hidup dari hasil penjualan es teh ini mengaku pendapatannya menurun, sebab tak banyak orang yang lalu lalang di ibu kota semasa pandemi ini.

"Ya, kalau misalnya mereka [PNS] naik gaji, ya saya sih enggak ada yang gaji. Tapi boleh lah kecipratan rezeki gitu apa kek dapat uang kaget dari pemerintah," selorohnya.

(khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK