Eks FPI Jatim Tolak Ansor untuk Bergabung: Terima Kasih

CNN Indonesia | Sabtu, 02/01/2021 22:53 WIB
FPI Jawa Timur memastikan menunggu keputusan dari pusat sebelum menerima penawaran untuk masuk dalam Ansor Jatim. Petugas membongkar atribut-atribut saat melakukan penutupan markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta, Rabu (30/12/2020). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur mengaku berterima kasih kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim, atas tawaran yang diberikan kepada para anggotanya, untuk bergabung ke organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Ketua Dewan Syura FPI Jatim, Haidar Al Hamid menyebut tawaran yang dilontarkan Ketua GP Ansor Jatim Syafiq Syauqi, itu adalah sikap yang baik terhadap sesama muslim. Meski begitu, ia menolaknya.

"Alhamdulillah, itu satu niat yang baik dari Ansor Jatim," kata Haidar saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (2/1).


Apalagi, kata dia, Ansor atau NU dan FPI berpegang pada mazhab Islam yang sama, yakni menganut akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

"Toh memang Ansor Jatim dan FPI kan satu akidah Ahlussunnah wal Jamaah," ucapnya.

Namun dengan rasa hormat, Haidar mengatakan pihaknya menolak tawaran Ansor Jatim tersebut. Ia mengatakan hal, itu lantaran pihaknya masih menunggu arahan pimpinan pusat FPI.

"Terima kasih atas apa yang ditawarkan, tapi kami ikut keputusan pusat," kata dia.

Termasuk pula, jika nantinya pihaknya diinstruksikan untuk melebur menjadi Front Persatuan Islam, seperti yang telah dideklarasikan sejumlah pimpinan pusat.

"Kami ikut instruksi dari pusat, samikna waatokna ke pusat. Kita semua FPI tidak pernah terpecah, satu komando, kami masih menunggu instruksi," pungkas dia.

Sebelumnya, usai resmi dibubarkan lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) enam pejabat tinggi pada Rabu 30 Desember 2020, sejumlah pengurus Dewan Pimpina Pusat (DPP) Front Pembela Islam secara resmi mendeklarasikan Front Persatuan Islam.

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK