Pemerintah Rekrut 10 Ribu Tenaga Kesehatan Atasi Pandemi

CNN Indonesia | Senin, 04/01/2021 15:24 WIB
Selain menambah tenaga kesehatan, pemerintah juga akan meningkatkan jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19. Pemerintah akan menambah 10 ribu tenaga kesehatan untuk menangani pandemi virus corona. Ilustrasi (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana merekrut sekitar 10 ribu orang tenaga kesehatan (nakes) baru untuk membantu mengatasi pandemi virus corona (Covid-19). Sebanyak 7.900 orang di antaranya merupakan seorang perawat.

"Targetnya 10.000 (orang), terutama peningkatan perawat sejumlah 7.900 orang di 141 fasilitas kesehatan," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/1).

Selain itu, pemerintah juga berencana menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit umum daerah dan rumah sakit swasta. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.


Airlangga menyebut pemerintah akan menambah 30 persen jumlah tempat tidur di sejumlah rumah sakit. Kebijakan itu akan dieksekusi langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Alokasi untuk penanganan covid ditingkatkan menjadi 30 persen dan Pak Menteri Kesehatan akan mempersiapkan hal tersebut," ujar Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meski vaksinasi Covid-19 mulai berjalan pertengahan bulan ini.

"Bapak presiden tentu berharap bahwa kegiatan vaksinasi maupun kedisiplinan masyarakat itu harus berjalan seiring karena seluruhnya itu dengan vaksinasi tetap kedisiplinan masyarakat itu harus tetap dijaga," katanya.

Airlangga menuturkan pemerintah butuh waktu yang tidak sedikit untuk melakukan vaksinasi terhadap 181 juta orang penduduk. Pemerintah memprediksi butuh 3,5 tahun untuk menuntaskan misi tersebut.

Ketua Umum Partai Golkar itu menyampaikan bahwa pemerintah akan meningkatkan upaya pencegahan selama vaksinasi berjalan. Pemerintah akan membenahi sistem layanan kesehatan yang ada.

"Implementasi tata laksana Covid-19, terutama di tempat yang nonrujukan, kemudian pemerintah terus mendorong peningkatan daripada surveilans, baik itu tes, lacak, maupun isolasi," ujarnya.

Airlangga menyebut persiapan vaksinasi sudah memasuki tahap akhir. Pemerintah sedang mengecek hasil uji klinis vaksin di sejumlah negara sambil menunggu proses di BPOM.

"Pemerintah akan segera memulai untuk melakukan vaksinasi yang dijadwalkan sekitar pertengahan bulan atau minggu depan. Ini tentu menunggu daripada emergency use authorization daripada Badan POM dan juga terkait dengan kehalalan," katanya.

Hingga hari ini, pemerintah belum berhasil mengendalikan pandemi virus corona. Masyarakat masih ada yang terpapar Covid-19 setiap harinya. Pada hari ini, Senin (4/1), kasus positif Covid-19 bertambah 6.753 orang.

Secara total, kasus positif virus corona di Indonesia telah mencapai 772.103 orang. Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 639.103 orang dinyatakan sembuh dan 22.911 orang lainnya meninggal dunia.

(dhf/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK