BPOM Targetkan EUA Sinovac Terbit Sebelum Jadwal Vaksinasi

CNN Indonesia | Senin, 04/01/2021 18:29 WIB
BPOM masih menunggu laporan uji klinis interim tiga bulan dari Tim Riset Uji Klinis Vaksin Virus Corona dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. BPOM memastikan izin darurat vaksin Covid-19 terbit sebelum vaksinasi pekan kedua Januari 2021. Ilustrasi (AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 produksi perusahaan China, Sinovac akan keluar sebelum jadwal vaksinasi berlangsung.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menargetkan vaksinasi tahap awal untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dilakukan pada pekan kedua hingga ketiga Januari 2021.

"Diharapkan sebelum jadwal vaksinasi dilakukan, EUA dapat diterbitkan," kata Juru Bicara Vaksinasi dari BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/1).


Lucia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan uji klinis interim tiga bulan dari Tim Riset Uji Klinis Vaksin Virus Corona dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

Laporan tiga bulan rencananya bakal diserahkan 8 Januari. Laporan tersebut merupakan hasil penelitian yang berisi data keamanan subjek uji klinis yang diamati setelah dua kali penyuntikan; data imunogenisitas atau kemampuan vaksin membentuk antibodi; dan data efikasi vaksin atau kemampuan vaksin melindungi orang yang terpapar virus menjadi tidak sakit.

"Saat ini BPOM masih menunggu hasil uji klinis analis di Bandung untuk konfirmasi khasiat atau efikasi vaksin. Data dibutuhkan untuk kepentingan penerbitan EUA. Tentu data uji klinis di negara lain seperti Brazil dan Turki juga menjadi dasar pemberian EUA," ujarnya.

Lucia menyebut distribusi vaksin telah dilakukan meski EUA belum keluar. Pemerintah ingin mengantisipasi keterlambatan kedatangan vaksin Covid-19 di masing-masing daerah.

Saat ini, terdapat 3 juta vaksin Covid-19 Sinovac yang didatangkan dalam dua tahap, pertama pada 6 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dan 31 Desember 2020 sebanyak 1,8 juta dosis.

Pemerintah juga telah mendistribusikan vaksin tersebut sejak 3 Januari lalu, yakni sebanyak 401.240 dosis ke 14 provinsi dan 4 Januari 2021 sebanyak 313.000 dosis ke 18 provinsi.

(khr/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK