PSI Minta Anies Terapkan Jam Malam dan Tes Antigen Pendatang

CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 11:05 WIB
Fraksi PSI DPRD DKI meminta Gubernur Anies menerapkan jam malam dan tes antigen bagi pendatang seiring kasus covid-19 yang melonjak. PSI meminta Gubernur DKI Anies Baswedan menerapkan jam malam dan rapid test antigen bagi pendatang. (Foto: CNN Indonesia. Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperketat aturan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi seiring lonjakan kasus Covid-19.

"(Aturan yang bisa diterapkan Pemprov DKI) termasuk aturan pembatasan jam malam dan kewajiban untuk melakukan rapid test antigen bagi yang keluar masuk wilayah Jakarta," kata Ketua Fraksi PSI Jakarta Idris Ahmad dalam keterangan tertulis, Rabu (6/1).

Idris mengatakan, penambahan kasus aktif dan tingkat kematian akibat Covid-19 yang melonjak mendesak untuk ditangani. Terlebih, saat ini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan di Jakarta sudah mencapai 87 persen, dan tingkat keterisian ICU 79 persen.


Tidak hanya itu, Idris juga menyoroti daya tampung Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang nyaris penuh, hingga harus menolak pasien tanpa gejala. Menurut dia, ini membuktikan bahwa Jakarta sudah kesulitan menangani penambahan kasus aktif.

Lonjakan kasus Covid ini juga terlihat dari jumlah RW rawan di Jakarta yang bertambah lebih dari dua kali lipat dari 21 RW menjadi 55 RW, artinya tidak ada kecamatan yang bebas dari pertambahan kasus aktif.

"Ini menunjukkan Jakarta tengah mengalami penularan yang sangat masif, anggota keluarga yang hanya sesekali keluar rumah dapat menularkan virus di rumah," ujarnya.

Idris meminta Pemprov DKI tak lengah menghadapi pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, bila Jakarta gagal mengendalikan laju penularan, maka semakin banyak warga tertular Covid-19 yang terlantar dan tak tertangani di puskesmas dan rumah sakit.

Sampai dengan Selasa (5/1), jumlah kasus positif di Jakarta mencapai 192.899 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.376 merupakan kasus aktif.

Sedangkan, dari total kasus positif, sebanyak 174.131 orang dinyatakan sembuh, dan 3.392 orang meninggal dunia.

Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,8 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,9 persen. Angka itu masih lebih tinggi dari standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Jakarta, Pemprov DKI kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Kebijakan ini mulai berlaku hari ini hingga 17 Januari mendatang.

(dmi/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK