Kemensos Sebut Pengemudi Ojek Online Masuk DTKS Dapat Bansos

CNN Indonesia | Jumat, 08/01/2021 04:15 WIB
Kemensos menyatakan pengemudi ojek online di Jakarta yang terdaftar dalam DTKS tetap bisa menerima bansos. Ilustrasi pengemudi ojek online. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial (Kemensos) Herman Koswara mengatakan pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tetap bisa menerima bantuan sosial (bansos).

"Kalau bansos asal masuk DTKS dia dapat, sekarang kan sumber datanya DTKS, asal terdaftar ya dia dapat," kata Herman saat ditemui di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (7/1).

Herman menjelaskan, pihaknya hanya memasukkan data dari pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten kota ke dalam DTKS. Data tersebut kemudian menjadi acuan penyaluran bansos di daerah-daerah.


"Kita hanya menerima usulan dari pemerintah provinsi dan kabupaten kota, hanya input data kemudian kita masukan dalam DTKS," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bansos bersifat sementara. Jika orang tersebut sudah dirasa mampu memenuhi kebutuhannya sendiri maka bansosnya akan dihentikan.

"Itu kan sementara sifatnya, mereka kalau sudah terdegradasi, sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, ya tidak terus menerus dapat bansos," tutur Herman.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengatakan jumlah penerima Bansos terdampak pandemi Covid-19 pada 2021 akan berkurang. Pengurangan tersebut dikarenakan pihaknya dan pemerintah pusat sudah memperbaiki data penerima bansos.

Riza juga mengatakan, jumlah penerima bansos berkurang karena aturan PSBB sudah dilonggarkan di Jakarta. Saat ini, ungkap Riza, ojol sudah tidak mendapat bansos karena sudah mulai bekerja.

"Jumlahnya menurun karena memang sudah sejak PSBB diperlonggar kan orang sudah kembali bekerja. Sebelumnya kan hampir banyak sekali yang menerima," ungkap Riza.

"Dulu sampai (driver) GoJek juga menerima. Sekarang kan sudah tidak menerima. Jadi sekarang yang sudah bekerja tidak lagi menerima bantuan," imbuhnya.

(mln/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK