Meski Berat, Risma Ingin Perbaiki Sistem di Kemensos

CNN Indonesia | Jumat, 25/12/2020 20:32 WIB
Mensos Tri Rismaharini ingin memperbaiki sistem usai terjadi dugaan korupsi bansos Covid-19 oleh menteri sebelumnya. Menteri Sosial Tri Rismaharini berjanji akan membenahi Kemensos meski berat (Adhi Wicaksono)
Surabaya, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Tri Rismaharini akan berupaya mengontrol penggunaan anggaran yang dimiliki Kementerian Sosial seoptimal mungkin usai terjadi dugaan korupsi dana bansos Covid-19 oleh menteri sebelumnya, yaitu Juliari Batubara.

Risma menyiapkan cara dan akan melakukan kontrol secara ketat keuangan sehingga bisa tepat sasaran.

"Semua sistem itu harus diperbaiki, memang berat. Saya tahu itu tidak mudah. Tapi kan harus saya lakukan karena ini mengelola uang amanah rakyat luar biasa besarnya," ucap Risma di Surabaya, Jumat (25/12).


Risma mengatakan bahwa anggaran yang dimiliki Kemensos sangat besar. Tidak hanya berasal dari APBN, tetapi juga dari sumber lainnya.

Oleh karena itu, dia ingin hati-hati dalam mengontrol penggunaan anggaran Kemensos.

"Kemensos itu ternyata bukan hanya mengelola APBN, ternyata ada beberapa anggaran yang jumlahnya besar termasuk izin melakukan donasi dan sebagainya," tambahnya.

Risma mengamini bahwa memperbaiki sistem agar menjadi lebih baik bukan hal mudah. Terlebih, saat ini ia memimpin lembaga sekaliber kementerian.

Meski demikian, dia tetap akan berupaya semaksimal mungkin agar anggaran Kemensos bisa terpakai dengan cepat dan tepat sasaran.

"Saya enggak mau ngomong detail, karena itu saya akan lakukan [bersih-bersih]. Tapi paling penting adalah bagaimana kontrol keuangan itu bisa dilakukan dengan tepat," kata Risma.

Sebelumnya, Tri Rismaharini dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Menteri Sosial yang baru usai Juliari Batubara tersangkut kasus korupsi dana bansos Covid-19.

Risma langsung bicara rencana yang akan dijalankan meski baru dilantik menjadi menteri. Rencana yang dimaksud yakni penyaluran bantuan sosial secara elektronik atau transfer. Tidak lagi bersifat tunai.

"Kami akan lakukan semua transaksi secara elektronik. Dan juga ada masukan dari daerah, kami gunakan dengan elektronik yang cepat sehingga perbaikan data bisa segera kami dilakukan. Dengan demikian efektivitas bisa tercapai," kata Risma dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (23/12).

(frd/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK