Gatot Eddy, Eks Kapolda Metro di Bursa Calon Kapolri

CNN Indonesia | Sabtu, 09/01/2021 13:35 WIB
Wakapolri Komjen Gatot Eddy selangkah lagi duduk sebagai orang nomor satu Korps Bhayangkara. Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menjadi kandidat pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Kepala Kopolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono menjadi salah satu jenderal bintang tiga yang disodorkan untuk menggantikan Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri.

Gatot merupakan jebolan Akpol tahun 1988. Ia satu angkatan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar, yang juga diajukan kepada Presiden Joko Widodo.

Pria kelahiran Solok, Sumatera Barat 55 tahun silam itu telah menempati berbagai posisi di Korps Bhayangkara, mulai dari tingkat kepolisian sektor (Polsek) hingga Mabes Polri. Jenderal bintang tiga ini berpengalaman dalam bidang reserse.


Dirangkum berbagai sumber, Gatot pertama kali bertugas sebagai wakil kapolsek di Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada 1988 lalu. Ia kemudian menempati sejumlah posisi di beberapa kepolisian daerah.

Gatot turut mendalami bidang kriminologi. Karirnya di bidang ini dimulai ketika ia ditugaskan sebagai Kepala Satuan I/Pidana Umum Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur pada 2002.

Infografis Deretan PR Calon Kapolri Pengganti Idham AzisFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Infografis Deretan PR Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Tiga tahun berselang, Gatot diangkat menjadi Kapolres Blitar. Selepas bertugas menjadi Kapolres Blitar, Gatot diangkat sebagai sekretaris pribadi Kapolri pada 2006.

Karirnya terus naik. Ia menjabat Kapolresta Depok dan Kapolresta Jakarta Selatan berturut-turut.

Setelah itu, Gatot diangkat sebagai direktur reserse kriminal umum Polda Metro Jaya pada 2011. Setahun kemudian, ia ditarik ke Bareskrim untuk menjadi analis kebijakan madya bidang pidana umum.

Usai menempati sejumlah jabatan di Mabes Polri, Gatot ditunjuk menjadi Wakapolda Sulawesi Selatan pada 2016. Kemudian, ia dipercaya menjadi staf ahli sosial ekonomi Kapolri dan asisten perencanaan dan anggaran Kapolri.

Pada 2018, Gatot ditunjuk sebagai Ketua Satgas Nusantara Polri. Satgas ini merupakan gugus tugas gabungan yang dibentuk Kapolri untuk menjaga kondusivitas Indonesia di tengah Pilkada Serentak 2018.

Ketika itu, total ada 171 daerah di Indonesia baik kota, kabupaten, maupun provinsi yang menggelar pilkada tahun lalu.

Selanjutnya, Gatot diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Idham Azis yang ditunjuk sebagai Kabareskrim pada Januari 2019. Setahun berselang, ia menduduki kursi nomor dua di Korps Bhayangkara menggantikan Ari Dono.

(iam/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK