Menhub: Sriwijaya Angkut 62 Orang, 50 Penumpang dan 12 Kru

CNN Indonesia | Sabtu, 09/01/2021 19:58 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi mengonfirmasi SJY182 yang hilang kontak mengangkut total 50 penumpang dan 12 kru. Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air. (Stryn via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))
Jakarta, CNN Indonesia --

Sriwijaya Air SJY182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) siang mengangkut total 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan 50 penumpang tersebut terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

"Total penumpang 50 orang, bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi," ujar Menhub dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1).

Menhub menjelaskan bahwa memang benar telah hilang kontak atas pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut. Sejumlah tim telah dikerahkan, Budi memohon doa restu agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan lancar.


"Tentu kami turut prihatin atas kejadian ini," ujar Budi Karya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menjelaskan kronologi dan riwayat penerbangan pesawat. SJY 182, jelas Budi, take off pada pukul 14.36 WIB. Pesawat sempat diberikan izin untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar.

"Pukul 14.40 dalam hitungan second, target SJY182 hilang dari radar," ungkap Budi.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Pulau Pari Maslawi mengatakan anggotanya yang ikut mencari keberadaan pesawat menemukan sejumlah barang yang diduga bagian dari pesawat tersebut.

"Informasi yang saya dapat dari anggota, sepihan kabel halus, rambut, sobekan levis, minyak yang menyembur dari laut ke permukaan," kata Maslawi saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

"Makanya titik lokasinya diketahui di situ karena ada semburan minyak, ada reruntuhannya juga," ujarnya.

Dia menduga lokasi itu jadi titik jatuhnya pesawat. Menurutnya, jarak tempuh dari Tanjung Kait ke titik tersebut sekitar 30 menit menggunakan perahu nelayan.

(tim/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK