TNI Terjunkan Robot Bantu Cari Posisi Black Box CVR SJ 182

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 15:14 WIB
ROV atau robot pencari ke dasar laut dikerahkan untuk melihat situasi di bawah air dalam pencarian black box CVR Sriwijaya Air AJ 182 pada Kamis (14/1). Petugas Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memindahkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-18 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Selasa (12/1/2021). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Abdul Rasyid mengatakan pasukan penyelam dari berbagai unsur TNI AL telah diterjunkan untuk mencari bagian cockpit voice recorder (CVR), bagian black box atau kotak hitam Sriwijaya Air SJ 182.

Pihaknya akan menerjunkan kembali ROV atau robot pencari ke dasar laut untuk melihat situasi di bawah air sebelum penyelam melanjutkan pencarian pada Kamis (14/1).

"Ada kapal Baruna Jaya yang memiliki kemampuan ROV maka akan meyakinkan lagi posisinya besok jam 07.00 WIB akan selami di area itu," kata Abdul.


"Manakala tidak ada kita akan cari di spot lain. Masih ada dua spot yang belum diselami yang sudah terdeteksi KRI Rigel," lanjutnya.

Hari ini para penyelam mencari CVR di tempat yang sama tempat flight data record (FDR) ditemukan. 

Penyelam sengaja diterjunkan ke area yang sama dengan harapan FDR dan CRV ini berada di lokasi yang tak jauh berbeda. Namun hingga saat ini benda tersebut justru belum ditemukan.

"Jam 07.00 WIB tadi sudah terjunkan penerjun dari Kopaska, Denjaka, dan Taifib dengan harapan di area itu barang itu masih ada, namun yang didapat masih berupa serpihan pesawat," kata Abdul Rasyid di KRI Rigel, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Rabu (13/1).

Lagi pula, kata dia, memang tidak menutup kemungkinan bagian terpenting dari pesawat itu ada di lokasi yang sama dengan FDR yang telah ditemukan Selasa sore (12/1) kemarin.

Meski begitu, pihaknya juga akan memperluas area pencarian ke dua spot lain di sekitar tempat temuan FDR. Memang kata dia, sempat tertangkap sinyal ping oleh KRI Rigel dari dua spot lain yang diidentifikasi sebagai bagian dari black box.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menyebutkan FDR itu mulai ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (12/1), oleh para tim penyelam di sekitar tempat yang diprediksi memang menjadi tempat keberadaan black box tersebut.

Dari data yang dihimpun, ada empat orang penyelam yang menemukan black box FDR tersebut. Salah satunya ialah Mayor Laut Teknik Iwan Kurniawan.

Iwan bersama tiga orang penyelam lainnya yang enggan disebutkan namanya itu bercerita bahwa pencarian black box itu menghabiskan waktu tiga hari sejak pencarian hari pertama pada Minggu (10/1).

(tst/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK